Otomotif
10 Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik untuk Pemakaian Harian
Berikut ulasan mengenai 10 kelebihan dan 10 kekurangan mobil listrik untuk penggunaan sehari-hari.
MPN Indonesia 11 Mei 2026 - Tren kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan.
Fenomena ini didorong oleh semakin banyaknya model yang masuk ke pasar Indonesia dengan rentang harga yang kian kompetitif, mulai dari Rp250 jutaan.
Namun, beralih ke mobil listrik untuk mobilitas harian, seperti bekerja, mengantar anak, atau urusan rutin lainnya, membutuhkan pertimbangan yang matang.
Kendaraan ini menawarkan efisiensi tinggi sekaligus juga tantangan yang nyata.
Untuk membantu Anda mengambil keputusan yang rasional, berikut adalah kupasan komprehensif mengenai 10 kelebihan dan 10 kekurangan mobil listrik untuk penggunaan sehari-hari.
10 Kelebihan Mobil Listrik
Kelebihan mobil listrik tidak hanya berdampak pada kantong pemiliknya, tetapi juga pada kenyamanan berkendara dan kelestarian lingkungan.
1. Hemat Biaya Bahan Bakar
Mobil listrik lebih hemat energi karena mampu mengonversi dua per tiga energi listrik menjadi energi mekanik.
Capaian itu jauh lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional yang hanya mampu mengonversi kurang dari sepertiga bahan bakar menjadi gerak.
Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Chery, secara biaya mobil listrik hanya membutuhkan sekitar Rp188 hingga Rp250 per kilometer.
Sementara itu, mobil bensin bisa menghabiskan Rp1.000 hingga Rp2.400 untuk jarak yang sama.
2. Biaya Perawatan Lebih Murah
Karena tidak memiliki mesin pembakaran internal, mobil listrik diklaim memiliki lebih sedikit komponen bergerak yang perlu dirawat.
Anda tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk ganti oli mesin, filter udara, busi, atau perawatan sistem pembakaran lainnya.
Estimasi servis tahunan mobil listrik hanya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta, jauh di bawah mobil bensin yang bisa mencapai Rp4,5 juta.
3. Bebas Aturan Ganjil-Genap
Bagi warga Jakarta, mobil listrik adalah solusi praktis karena dibebaskan dari aturan ganjil-genap.
Hal ini memungkinkan pengguna bebas melaju di jalanan protokol setiap hari tanpa harus khawatir terkena pembatasan lalu lintas, sehingga meningkatkan produktivitas harian.
4. Akselerasi dan Performa yang Responsif
Mobil listrik dikenal memiliki torsi instan, yang menghasilkan akselerasi lebih baik dan lebih cepat dibandingkan mobil bensin.
Karakteristik motor listrik yang langsung menyalurkan tenaga membuat mobil ini terasa sangat responsif saat digunakan di kemacetan kota maupun saat harus menyalip kendaraan lain.
5. Pengalaman Berkendara yang Halus dan Senyap
Ketiadaan proses pembakaran di dalam mesin membuat mobil listrik menghasilkan suara yang sangat minim.
Keheningan ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang dan nyaman, baik bagi pengemudi maupun penumpang di dalam kabin.
6. Dukungan Insentif Pajak dari Pemerintah
Pemerintah Indonesia terus mendorong transisi energi dengan memberikan berbagai insentif.
Selain itu, pajak kendaraan tahunan untuk mobil listrik umumnya jauh lebih rendah dibandingkan mobil konvensional.
7. Kemudahan Pengisian Daya di Rumah
Salah satu keunggulan kepraktisannya adalah pengisian energi bisa dilakukan di rumah layaknya mengisi daya ponsel.
Pemilik tidak perlu lagi mengantre di SPBU, karena mobil bisa diisi daya saat malam hari dan siap digunakan dengan baterai penuh di pagi hari.
8. Efisiensi Energi yang Lebih Tinggi
Dalam hal teknis, mobil listrik jauh lebih efisien dalam memanfaatkan energi sumbernya dibandingkan mobil dengan mesin pembakaran.
Hal ini menjadikan mobil listrik sebagai kendaraan yang paling masuk akal dalam menghadapi potensi kelangkaan energi fosil di masa depan.
9. Berkontribusi pada Kebersihan Lingkungan
Mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpotnya, sehingga secara langsung membantu mengurangi polusi udara di perkotaan.
Penggunaan EV dipandang sebagai langkah positif untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan menekan emisi karbon.
10. Mengurangi Ketergantungan pada Minyak Bumi
Dengan menggunakan listrik, ketergantungan negara terhadap pasar minyak bumi dunia yang fluktuatif dapat dikurangi.
Hal ini penting untuk ketahanan energi nasional mengingat cadangan bahan bakar fosil yang terus berkurang.
10 Kekurangan Mobil Listrik
Di balik kecanggihannya, mobil listrik masih memiliki beberapa hambatan teknis dan infrastruktur yang harus dipahami oleh calon pembeli.
1. Durasi Pengisian Daya Lama
Mengisi daya mobil listrik membutuhkan waktu jauh lebih lama dibanding mengisi bensin. Pengisian standar bisa memakan waktu 4 hingga 8 jam tergantung kapasitas baterai.
Bahkan di stasiun pengisian cepat, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit hanya untuk mengisi daya hingga 80%.
2. Jaringan Stasiun Pengisian (SPKLU) Terbatas
Meskipun jumlahnya mulai tumbuh, namun sebaran SPKLU di Indonesia belum semerata SPBU.
3. Jarak Tempuh Masih Terbatas
Meskipun ada model yang mampu menempuh jarak jauh, kenyataannya banyak mobil listrik harian yang hanya sanggup menempuh jarak 150–200 km dalam sekali pengisian.
Hal ini menjadi tantangan jika mobil harus digunakan untuk perjalanan terus-menerus tanpa ada jeda untuk pengisian daya.
4. Biaya Penggantian Baterai Sangat Mahal
Baterai adalah komponen inti yang memiliki masa pakai terbatas. Jika sudah habis masa pakainya atau rusak, biaya penggantiannya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Sebagai contoh, baterai untuk model tertentu bisa dibanderol antara Rp300 juta hingga Rp400 juta.
5. Penurunan Kinerja pada Cuaca Ekstrem
Baterai mobil listrik bekerja kurang optimal pada suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin.
Dalam kondisi cuaca ekstrem, jarak tempuh kendaraan bisa menurun drastis karena sistem harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu baterai dan kabin.
6. Pilihan Model Masih Terbatas
Saat ini, pilihan model mobil listrik murni belum sebanyak mobil bensin, terutama untuk jenis MPV keluarga atau SUV besar yang sangat populer di Indonesia.
Hal ini membatasi konsumen dalam memilih kendaraan yang benar-benar sesuai dengan selera desain mereka.
7. Keterbatasan Ruang Kargo dan Kabin
Penempatan paket baterai yang besar di bagian bawah mobil terkadang harus mengorbankan ruang bagasi atau ruang kaki di dalam kabin.
Untuk kebutuhan mengangkut banyak barang harian, hal ini bisa menjadi kendala tersendiri.
8. Masalah Limbah Baterai di Masa Depan
Meski bebas emisi knalpot, produksi baterai lithium-ion membutuhkan energi dan bahan baku besar yang memicu emisi karbon di tahap produksi.
Selain itu, pengelolaan limbah baterai bekas di masa mendatang menjadi tantangan lingkungan baru yang harus segera diatasi.
9. Nilai Jual Kembali Masih Rendah
Saat ini, nilai jual kembali (resale value) mobil listrik cenderung lebih rendah dan belum stabil jika dibandingkan dengan mobil bensin konvensional.
Hal ini menjadi pertimbangan bagi pemilik yang terbiasa berganti kendaraan dalam waktu beberapa tahun.
10. Ketergantungan Tinggi pada Stabilitas Listrik
Mobil listrik sangat bergantung pada ketersediaan listrik lokal. Adanya pemadaman listrik yang lama atau fluktuasi harga tarif listrik dapat secara langsung memengaruhi kemudahan dan biaya operasional kendaraan ini.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
