Otomotif
Bisa Bikin Aki Soak! Ini Dampak jika Terlalu Sering Matikan Motor dengan Standar Samping
Simak, ini risiko yang akan ditimbulkan jika terlalu sering mematikan mesin motor dengan standar samping!
MPN Indonesia 15 September 2025 - Tingginya penggunaan fitur side stand switch pada motor matic, terutama di Indonesia, telah menimbulkan kebiasaan pengendara mematikan mesin dengan menurunkan standar samping.
Padahal, kebiasaan yang dianggap praktis ini tidak sesuai dengan fungsi sebenarnya dari fitur tersebut.
Melansir laman Suzuki Indonesia, fungsi utama fitur ini dirancang untuk mencegah mesin menyala agar motor tidak dikendarai dalam kondisi standar belum terlipat yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, bukan untuk mematikan mesin secara rutin.
Jika telah menjadi kebiasaan, hal ini dapat menyebabkan konsumsi aki menjadi lebih boros dan berisiko membuat aki soak.
Selain itu, ada beberapa risiko lain yang bisa berdampak buruk jika terlalu sering menggunakan standar samping untuk mematikan motor. Berikut adalah penjelasan selengkapnya!
Fungsi Side Stand Switch
Side stand switch merupakan fitur yang dirancang untuk membuat mesin motor tidak menyala ketika standar samping diturunkan. Fungsi ini difokuskan pada aspek keselamatan, seperti:
- Mencegah pengendara lupa menaikkan standar sebelum berkendara.
- Menghindari gangguan saat manuver akibat standar menyentuh jalan.
- Mengurangi risiko kecelakaan yang disebabkan standar terbuka.
- Melindungi pengguna jalan lain dari potensi benturan.
- Menghindari cedera pada pengendara saat kaki terkena standar.
Selain itu, fitur ini juga mencegah motor dinyalakan oleh anak-anak yang belum memahami cara kerja kendaraan bermotor, karena mesin tidak akan menyala jika standar belum dinaikkan.
Risiko Mematikan Motor dengan Standar Samping
1. Arus Listrik Tetap Menyala
Fitur side stand switch terletak pada bagian engsel atau titik pivot standar yang terhubung ke ECM (Engine Control Module).
Ketika standar diturunkan, saklar akan memutus sinyal ke mesin, sehingga motor tidak bisa dinyalakan.
Namun, saat motor dimatikan dengan cara menurunkan standar, hanya mesin yang berhenti, sementara sistem kelistrikan seperti lampu dan panel speedometer tetap menyala.
2. Berpotensi Membuat Aki Soak
Saat motor dimatikan dengan cara menurunkan standar samping, sistem kelistrikan di motor tidak ikut mati seperti mesin.
Padahal sistem kelistrikan di motor harus dimatikan jika tidak digunakan. Jika kebiasaan mematikan mesin hanya dengan standar samping terus dilakukan, aki akan lebih cepat habis masa pakainya karena terus-menerus menyuplai listrik ke sistem elektronik motor.
Hal ini akan berdampak pada performa kendaraan, terutama saat dinyalakan kembali.
3. Risiko Pencurian
Tak hanya berpengaruh ke performa motor, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko pencurian.
Dalam banyak kasus, pengendara yang hendak berhenti sebentar kerap mematikan mesin dengan standar tanpa memutar kunci ke posisi off. Akibatnya, kunci dibiarkan tergantung di motor, yang sangat memudahkan pelaku pencurian untuk membawa kabur kendaraan.
Oleh karena itu, meski hanya ditinggal sebentar, risiko pencurian tetap ada. Oleh karena itu, cara yang dianjurkan untuk mematikan mesin adalah dengan memutar kunci kontak, atau menggunakan tombol pada sistem keyless jika tersedia.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
