Otomotif
Mengenal Spesifikasi Dassault Aviation, Jet Tempur yang akan Datang ke Indonesia Akhir Januari 2026
Indonesia dipastikan menerima jet tempur Rafale buatan Prancis pada akhir Januari 2026 sebagai bagian modernisasi alutsista TNI AU.
MPN Indonesia 16 Januari 2026 - Indonesia dipastikan akan menerima jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation pada akhir Januari 2026.
Kedatangan pesawat tempur generasi 4.5 ini menandai awal implementasi dari program modernisasi alutsista TNI Angkatan Udara.
Pembelian ini merupakan bagian dari kontrak besar yang telah ditekan sejak 2022 antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis dengan nilai mencapai USD 8,1 miliar atau sekitar Rp129 triliun.
Kontrak tersebut mencakup 42 unit Rafale, pelatihan awak, dukungan logistik, serta pembangunan fasilitas pendukung operasional.
Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kedatangan gelombang pertama dijadwalkan pada akhir Januari 2026.
“Jika tidak ada perubahan, batch awal direncanakan tiba akhir Januari 2026,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui Tribunnews pada Jumat (16/1).
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menyatakan bahwa empat pilot TNI AU telah disiapkan untuk mengoperasikan jet ini.
Mereka telah menjalani pelatihan sejak Agustus hingga Desember 2025 di Skadron Transfokasi Rafale, Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier, Prancis, termasuk pelatihan simulator dan misi penerbangan siang dan malam.
Skadron Udara 12/Panther Hitam Wing Udara 3.1 Tempur di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, ditetapkan sebagai markas operasional Rafale di Indonesia.
Dassault Aviation telah menyerahkan fasilitas penunjang seperti hanggar, gudang logistik, pusat simulator Rafale Training & Simulator Center (RTSC), serta sistem jaringan IT pada Desember 2025.
Untuk mendukung penempatan ini, TNI AU telah memindahkan tiga unit Hawk 109/209 dari Lanud Roesmin Nurjadin ke Skadron Udara 1/Elang Khatulistiwa di Lanud Supadio, Kalimantan Barat.
Fakta-Fakta Jet Tempur Dassault Rafale
Jet Tempur Omnirole Serbaguna
Dassault Rafale dikategorikan sebagai jet tempur omnirole generasi 4.5.
Konsep omnirole berarti satu pesawat dapat menjalankan berbagai misi tempur sekaligus, mulai dari pertempuran udara, serangan darat, pengintaian, hingga operasi antikapal.
Dengan fleksibilitas ini, satu skadron Rafale mampu menjangkau seluruh kebutuhan taktis dan strategis dalam sistem pertahanan udara modern.
Tersedia dalam Tiga Varian
Rafale diproduksi dalam tiga varian utama, yaitu Rafale C (kursi tunggal untuk operasi dari darat), Rafale B (kursi ganda untuk operasi dari darat), serta Rafale M (kursi tunggal untuk operasi dari kapal induk).
Indonesia diperkirakan akan menggunakan varian Rafale C dan Rafale B karena tidak memiliki kapal induk.
Masing-masing varian dirancang sesuai kebutuhan operasional yang spesifik di Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis.
Digunakan oleh Beberapa Negara
Selain oleh Prancis, jet tempur ini juga telah digunakan oleh negara lain seperti Mesir (sejak 2018) dan Yunani (sejak 2020).
Indonesia akan menjadi operator berikutnya setelah kontrak pengadaan 42 unit Rafale disepakati.
Di kawasan Asia Tenggara, kehadiran Rafale memperkuat posisi Indonesia dalam proyeksi kekuatan udara regional.
Terbukti di Medan Tempur
Rafale telah digunakan dalam berbagai operasi militer internasional dan mencatat lebih dari 30.000 jam terbang.
Operasi-operasi tersebut mencakup konflik di Afghanistan, Libya, Mali, Irak, dan Suriah.
Dalam operasi Serval tahun 2013 di Mali, empat unit Rafale terbang langsung dari Prancis ke Afrika Barat, menunjukkan kemampuannya dalam misi jarak jauh dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara.
Avionik dan Persenjataan Modern
Jet tempur Rafale dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) serta sistem sensor fusion yang memberikan gambaran situasi tempur komprehensif.
Persenjataannya mencakup rudal udara-ke-udara Meteor, SCALP cruise missile, bom pintar AASM Hammer, serta kemampuan membawa senjata nuklir.
Kokpitnya mengusung teknologi hands-on throttle and stick (HOTAS) dan sistem head-up display canggih dari Thales.
Desain Aerodinamis Efisien
Rafale menggunakan konfigurasi sayap delta dengan canards yang memberikan kemampuan manuver tinggi dan stabilitas dalam berbagai kondisi penerbangan.
Desain ini memungkinkan pesawat tetap lincah bahkan saat membawa beban persenjataan maksimal.
Sayap delta juga memberikan keuntungan aerodinamis untuk kecepatan tinggi dan daya angkut senjata.
Sejarah Pengembangan
Pengembangan Rafale dimulai pada 1984 ketika Prancis memutuskan keluar dari konsorsium pengembangan Eurofighter Typhoon.
Prototipe Rafale pertama kali diterbangkan pada tahun 1986.
Pesawat ini mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut Prancis pada tahun 2004 dan Angkatan Udara Prancis pada 2006.
Rafale merupakan wujud tekad Prancis untuk membangun jet tempur sesuai standar dan kebutuhan militernya sendiri.
Spesifikasi Jet Tempur Dassault Rafale
Dimensi dan Bobot
- Rentang sayap: 10,90 meter
- Panjang: 15,30 meter
- Tinggi: 5,30 meter
- Berat kosong: 10 ton (22.000 lbs)
- Maksimum berat lepas landas: 24,5 ton (54.000 lbs)
- Kapasitas bahan bakar internal: 4,7 ton
- Kapasitas bahan bakar eksternal: hingga 6,7 ton
- Kapasitas beban eksternal: 9,5 ton
Performa
- Daya dorong: 2 x 7,5 ton
- Kecepatan maksimum: Mach 1,8 / 750 knot
- Batas faktor beban: -3,2 g hingga +9 g
- Kecepatan pendekatan: < 120 knot
- Jarak pendaratan tanpa drag-chute: 450 meter
Rencana Datang ke Indonesia
Pengiriman 42 unit jet tempur Rafale dilakukan bertahap hingga tahun 2031.
Pengiriman awal direncanakan antara Januari hingga Maret 2026, terdiri dari 3–6 unit.
Proses ini akan berlanjut secara bertahap, termasuk integrasi varian terbaru Rafale F3-R dan peningkatan ke standar F4 dalam pengiriman akhir.
Jadwal Pengiriman
- 2026: 3–6 unit (batch pertama, Jan–Mar)
- 2027: 6–9 unit (tahap kedua, integrasi lanjutan)
- 2028–2029: 12–15 unit (tahap ketiga, termasuk varian F3-R)
- 2030–2031: Sisa unit untuk total 42 unit (final delivery, upgrade menuju F4)
Empat pilot TNI AU telah dilatih di Prancis sejak Agustus hingga Desember 2025 dan akan bertugas menerbangkan Rafale ke Indonesia.
Mereka menjalani pelatihan simulator, penerbangan solo siang dan malam, kursus sistem senjata AASM Hammer, serta teori sistem pesawat Rafale di Bordeaux.
Setelah proses ferry flight, pesawat akan dioperasikan dari Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, yang telah dilengkapi fasilitas baru hasil kerja sama dengan Dassault Aviation.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
