Internasional
12 Jet Tempur AS Mendarat di Pangkalan Udara Israel Jelang Negosiasi Nuklir dengan Iran
Setidaknya 12 unit jet tempur F-22 milik Amerika Serikat (AS) telah mendarat di salah satu pangkalan Angkatan Udara Israel pada Selasa (24/2).
MPN Indonesia 26 Februari 2026 - Setidaknya 12 unit jet tempur F-22 milik Amerika Serikat (AS) telah mendarat di salah satu pangkalan Angkatan Udara Israel pada Selasa (24/2).
Kehadiran jet-jet tempur ini merupakan bagian dari penumpukan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dikabarkan AS memang sedang bersiap menyerang Iran apabila pembicaraan diplomatik dengan negara itu kembali gagal.
“Sebanyak 12 jet tempur F-22 AS mendarat sore ini di salah satu pangkalan Angkatan Udara Israel di wilayah selatan negara ini, sebagai bagian dari pengerahan Amerika di Timur Tengah,” demikian laporan lembaga penyiaran Israel, KAN, dikutip MPN Indonesia dari Anadolu.
F-22 Raptor hanya Dimiliki AS
Jet tempur F-22 Raptor dikenal sebagai salah satu pesawat tempur tercanggih di dunia yang hanya dioperasikan oleh AS.
Jet ini memiliki kemampuan siluman dan dilengkapi teknologi superioritas udara, mampu menembus wilayah musuh serta melumpuhkan sistem pertahanan udara dan instalasi radar.
Dikutip MPN Indonesia dari New York Post, F-22 Raptor memiliki harga sekitar USD350 juta per unit dan dirancang oleh Lockheed Martin.
Pesawat ini sangat dijaga kerahasiaannya sehingga Departemen Pertahanan AS tidak mengizinkan penjualan kepada negara lain mana pun.
AS “Tumpuk” Kekuatan Militer di Timur Tengah
Pengerahan F-22 ini menambah kekuatan militer AS di wilayah tersebut, yang sebelumnya telah mencakup lebih dari 300 pesawat tempur.
AS juga mengerahkan dua kapal induk, termasuk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.
USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, dilaporkan sudah tiba di pangkalan AS di Teluk Souda, Yunani, hanya beberapa hari sebelum kedatangan F-22 di Israel.
AS dan Iran bakal Negosiasi soal Nuklir
Pengerahan kekuatan ini terjadi menjelang negosiasi nuklir antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2).
Negosiasi ini merupakan kelanjutan dari dua putaran sebelumnya yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan baru menggantikan perjanjian nuklir yang dibatalkan oleh Trump pada masa jabatan pertamanya.
Trump telah menyampaikan ultimatum kepada Teheran agar menghentikan program nuklirnya, membatasi pengembangan rudal balistik, dan mengakhiri dukungan terhadap kelompok proksi bersenjata di kawasan.
Ia memperingatkan bahwa kegagalan untuk mencapai kesepakatan akan berujung pada tindakan militer.
“Kami sedang bernegosiasi dengan [Iran], mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata sakral itu, ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir’. Saya lebih memilih menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi,” kata Trump.
“Tetapi satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah membiarkan sponsor teror nomor satu di dunia, yang jelas-jelas merupakan sponsor teror terbesar, memiliki senjata nuklir,” sambungnya.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
