Connect with us

Otomotif

Menko Airlangga Sebut Tak Ada Insentif untuk Otomotif Tahun Depan, Ini Alasannya!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan insentif otomotif pada 2026.

Logompn

Published

on

Menko airlangga sebut tak ada insentif untuk otomotif tahun depan, ini alasannya!
Insentif otomotif. Gambar: Dok. ekon.go.id

MPN Indonesia 29 November 2025 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mengalokasikan insentif khusus bagi sektor otomotif pada 2026.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Kompas100 CEO Forum di ICE BSD pada Rabu (26/11).

Menurut Airlangga, sektor otomotif nasional dinilai sudah cukup kuat sehingga tidak memerlukan lagi insentif fiskal dari pemerintah.

“Insentif tahun depan tidak ada. Karena industrinya sudah cukup kuat. Apalagi sudah pameran di sini, kuat banget,” ujar Airlangga.

Ia juga menegaskan bahwa meski Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah melakukan kajian terkait insentif otomotif, hingga kini belum ada keputusan resmi.

“Iya, dikaji tapi belum diputuskan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa insentif kendaraan listrik berbasis baterai yang masih berlaku hingga akhir 2025 tidak akan dilanjutkan di tahun berikutnya.

Keputusan ini sekaligus membantah pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang yang sebelumnya mengisyaratkan adanya kemungkinan insentif otomotif tetap berlaku di tahun mendatang.

Industri Otomotif Dinilai sudah Kuat

Alasan utama tidak diberikannya insentif pada 2026 adalah penilaian pemerintah bahwa industri otomotif saat ini telah menunjukkan ketahanan yang signifikan.

Beberapa indikatornya mencakup peningkatan kegiatan pameran otomotif nasional dan internasional, seperti:

  • Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS)
  • Indonesia International Motor Show (IIMS)
  • Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW)

Ketiga ajang tersebut menunjukkan geliat sektor otomotif yang dinilai tidak lagi membutuhkan rangsangan fiskal.

Meski demikian, Airlangga tidak menutup kemungkinan jika kebijakan insentif bisa kembali dipertimbangkan.

“Masih ada peluang. Kita lihat hasil dari GIIAS ini,” ucapnya menanggapi kemungkinan kebijakan di masa mendatang.

Respons Kemenperin soal Insentif Otomotif

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan bahwa pihaknya sedang menyusun usulan skema insentif baru untuk sektor otomotif yang akan diajukan ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Baca Juga:  Sri Mulyani Pastikan 2026 Tak Ada Kenaikan Pajak

Menurut Agus, sektor otomotif masih menghadapi tekanan dari sisi daya beli serta tantangan dari dinamika pasar global.

“Sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan. Multiplier effect-nya tinggi, keterkaitannya luas, dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” kata Agus pada Jumat (14/11).

Ia menyebutkan bahwa insentif yang diusulkan akan serupa dengan kebijakan saat pandemi Covid-19, dengan fokus pada perlindungan dan penciptaan lapangan kerja.

Adapun nilai investasi sektor otomotif saat ini diperkirakan mencapai Rp174 triliun dengan jumlah tenaga kerja langsung hampir 100.000 orang.

Ekosistem pendukung industri ini juga melibatkan jutaan tenaga kerja lainnya.

“Jika sektor ini terganggu, dampaknya berantai. Intervensi yang terukur lewat insentif diperlukan,” kata Agus.

Sejumlah produsen kendaraan sempat mendesak agar pemerintah melanjutkan bantuan pembelian kendaraan bermotor melalui skema insentif, menyikapi kondisi pasar dalam negeri.

Namun hingga kini, kebijakan resmi belum ditetapkan. Pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap usulan tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending