Otomotif
Menyesal Andalkan AI, Ford Rekrut Lagi Ratusan Karyawan
Ford mengakui bahwa penggunaan AI dalam proses pemeriksaan kualitas belum mampu menggantikan pengalaman para insinyur manusia.
MPN Indonesia 1 Juli 2026 - Ford menjadi sorotan setelah mengakui bahwa penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses pemeriksaan kualitas belum mampu menggantikan pengalaman para insinyur manusia.
Produsen mobil asal Amerika Serikat itu kini mempekerjakan kembali ratusan karyawan untuk memperbaiki kekurangan sistem otomatis yang sebelumnya diandalkan.
Ford Kembali Andalkan Manusia
Dalam beberapa tahun terakhir, Ford termasuk salah satu perusahaan otomotif yang mencoba memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi, memangkas biaya, dan mempercepat proses produksi.
Salah satu penerapannya dilakukan pada sistem pemeriksaan kualitas kendaraan di pabrik. Namun, harapan tersebut tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana.
Para eksekutif Ford mengakui bahwa sistem berbasis AI gagal memenuhi standar kualitas yang diinginkan perusahaan.
Akibatnya, Ford harus kembali mengandalkan tenaga manusia, terutama para insinyur dan inspektur kualitas berpengalaman.
Berdasarkan laporan BBC, Ford telah merekrut kembali lebih dari 300 inspektur kualitas dan insinyur veteran.
AI Dinilai Belum Cukup Matang
Wakil Presiden Teknik Perangkat Keras Kendaraan Ford, Charles Poon, menyebut AI tetap sebagai alat yang sangat berguna.
Namun, menurutnya, kemampuan AI sangat bergantung pada kualitas data dan pengalaman yang digunakan untuk melatihnya.
“Kecerdasan buatan adalah alat yang fantastis, tetapi kemampuannya hanya sebaik informasi yang digunakan untuk melatihnya,” kata Poon.
Ia juga mengakui bahwa Ford sebelumnya kurang memberi perhatian pada pengalaman para insinyur senior yang telah lama memahami proses pengembangan produk perusahaan.
Pengetahuan tersebut ternyata sangat penting untuk membantu AI bekerja lebih akurat dalam mendeteksi masalah kualitas.
900 Kamera AI Belum Sesuai Harapan
Ford sebelumnya sempat sangat agresif dalam mengadopsi teknologi otomatis.
Pada Oktober lalu, Kepala Operasional Ford, Kumar Galhotra, mengatakan perusahaan menerapkan AI di seluruh sistem industri.
Salah satu langkahnya adalah pemasangan 900 kamera bertenaga AI di pabrik untuk mendeteksi masalah kualitas langsung dari sumbernya dan membantu mengurangi gangguan pasokan.
Namun, sistem tersebut ternyata belum mampu menggantikan ketelitian dan intuisi para pekerja berpengalaman.
Poon mengakui bahwa perusahaan keliru mengira AI bisa langsung menghasilkan produk berkualitas tinggi hanya dengan memasukkan persyaratan desain yang dimiliki Ford.
“Kami keliru mengira bahwa hanya dengan memperkenalkan kecerdasan buatan dan memasukkan persyaratan desain yang kami miliki, akan menghasilkan produk berkualitas tinggi,” ujarnya baru-baru ini.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
