Connect with us

Berita

Pabrik BYD di Subang Resmi Beroperasi, Punya Kapasitas Produksi 150.000 Unit per Tahun

Pabrik BYD Subang resmi beroperasi dengan kapasitas produksi 150.000 kendaraan per tahun dan telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal.

Logompn

Published

on

Pabrik BYD di Subang Resmi Beroperasi, Punya Kapasitas Produksi 150.000 Unit per Tahun
Pabrik BYD di Subang Resmi Beroperasi, Punya Kapasitas Produksi 150.000 Unit per Tahun. Gambar: Dok. BYD Indonesia

Jawa Barat, MPN Indonesia 4 September 2026 - PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan pabrik BYD di Subang Smartpolitan Industrial Park, Subang, Jawa Barat, pada Kamis (3/9).

Fasilitas produksi kendaraan energi baru itu memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun dan menjadi basis produksi lokal usai sebelumnya mengandalkan impor kendaraan utuh.

Peresmian dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Vice President of BYD Co Ltd Liu Xueliang, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Pabrik BYD di Subang Mulai Beroperasi

Peresmian fasilitas produksi tersebut menandai dimulainya operasional BYD di Indonesia sebagai basis produksi lokal.

Selama lebih dari dua tahun, perusahaan memenuhi kebutuhan pasar nasional melalui skema Completely Built Up (CBU).

Liu Xueliang menjelaskan pembangunan fasilitas produksi di Indonesia merupakan bagian dari pengembangan kendaraan energi baru.

Ia juga menyampaikan perubahan strategi perusahaan sejak menghentikan produksi kendaraan konvensional.

“Di tahun 2022, BYD jadi merek mobil pertama yang berhenti memproduksi mobil konvensional,” ujar Liu dalam keterangan resmi.

Sejak itu, perusahaan berfokus pada pengembangan kendaraan energi baru, termasuk kendaraan listrik berbasis baterai dan teknologi elektrifikasi lainnya.

Kapasitas Produksi dan Fasilitas Pabrik BYD

Fasilitas produksi di Jawa Barat berdiri di atas lahan seluas 126 hektare.

Kapasitas produksinya mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun.

Menurut Liu, seluruh tahapan utama produksi telah dijalankan di Indonesia.

“100 persen proses produksi mobil sudah dipindah ke Indonesia, dari stamping, welding, painting, dan assembly,” katanya.

Baca Juga:  Viral! Siswi SD di Sukabumi Gagal Ikut Olimpiade Sains akibat Listrik Padam

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri otomotif berbasis kendaraan energi baru di Indonesia.

Penyerapan Tenaga Kerja dan Target Penjualan

Operasional fasilitas produksi juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja.

Saat ini jumlah pegawai di fasilitas tersebut telah mencapai lebih dari 5.000 orang.

Liu mengatakan, jumlah tenaga kerja lokal masih berpotensi meningkat.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan juga mencatat pertumbuhan penjualan di pasar domestik.

“Jumlah penjualan BYD di Indonesia sudah hampir 100.000 unit. Kami punya target di tahun depan menjadi 200.000 unit,” kata Liu.

Target tersebut disampaikan bersamaan dengan dimulainya produksi kendaraan secara lokal di Indonesia.

Pemerintah Dukung Investasi Industri Otomotif di Jawa Barat

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, investasi tersebut bagian dari upaya pemerintah percepat transformasi industri otomotif menuju kendaraan ramah lingkungan.

“Transformasi market menuju green mobility harus lebih cepat. Beliau (Presiden Prabowo) menyampaikan BYD harus sukses di Indonesia,” kata Agus.

Ia juga menyampaikan, realisasi investasi hingga berdirinya fasilitas produksi membutuhkan proses yang panjang.

“Realisasi investasi hingga berdirinya pabrik BYD di Indonesia, ini merupakan proses yang sangat panjang,” ujarnya.

Agus turut mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam proses investasi tersebut, termasuk Luhut Binsar Pandjaitan.

“Bapak Luhut berperan penting dalam mengawal berbagai investasi strategis, termasuk BYD, salah satunya dengan pengawalan langsung dengan mengunjungi pabrik BYD di Shenzen,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Luhut menyebut peresmian fasilitas produksi sebagai bagian dari pengembangan ekosistem industri.

“Hal ini merupakan momentum penting, karena mereka membangun ekosistem,” ujarnya.

Menurutnya, investasi tersebut dapat mendorong tumbuhnya industri di sekitarnya.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Subang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menghadiri peresmian bertajuk Building Indonesia, Driving the Future.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tantang Purbaya Buktikan Tudingan Dana Rp4,1 T Pemprov Jabar yang Mengendap di Bank

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Subang terhadap pengembangan kawasan industri dan investasi.

Agenda tersebut juga dihadiri unsur kementerian, Gubernur Jawa Barat beserta jajaran Forkopimda Jawa Barat, pimpinan KADIN, direksi, dan manajemen BYD Indonesia.

Selain itu, turut hadir Kepala DPMPTSP, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Unsur Forkopimda Kabupaten Subang.

(AKM/NID/RAD)

Trending