Connect with us

Politik

Ahmad Sahroni: Saya Dukung Pendemo Anarkis Ditangkap meski di Bawah Umur

Ahmad Sahroni menyatakan dukungannya terhadap langkah Polda yang menangkap massa aksi anarkis di Gedung DPR RI, Senin (25/8).

Logompn

Published

on

Ahmad sahroni saya dukung polda tangkap mereka yang anarkis meski di bawah umur
Situasi massa aksi 25 Agustus | Gambar: Dok. Renaldy Febrian Cahyadi

MPN Indonesia 27 Agustus 2025 - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyatakan dukungannya terhadap langkah Polda Metro Jaya yang menangkap massa aksi anarkis di sekitar Gedung DPR RI, Senin (25/8).

Sahroni menilai tindakan kekerasan dan perusakan dalam unjuk rasa tersebut tidak bisa ditoleransi, meskipun dilakukan oleh anak di bawah umur.

“Saya dukung Polda Metro menangkap mereka-mereka yang anarkis, sekalipun di bawah umur. Itu bayangin, di bawah umur aja begitu brengseknya bersikap. Ini enggak bisa dibiarkan,” kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (26/8).

Ia menegaskan bahwa segala bentuk premanisme harus diberantas, tidak terkecuali jika dilakukan oleh anak di bawah umur.

“Premanisme di republik ini tak boleh ada. Sekalipun di bawah umur, penjarakan, jangan semaunya di republik ini,” lanjutnya.

Sebut Polisi Telah Profesional Tangani Massa Aksi

Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah aparat keamanan yang dinilai telah bertindak tegas namun tetap sesuai dengan prosedur dalam mengamankan aksi.

“Justru yang ditunjukkan adalah sikap tegas tapi tetap terukur, sesuai SOP. Kerja-kerja humanis seperti inilah yang kita harapkan dari aparat,” ujar Sahroni.

Terkait pendampingan hukum, Sahroni menyebut hal tersebut merupakan wewenang penyidik, apakah akan menerima atau menolak pendampingan dari lembaga bantuan hukum.

Namun, ia tetap menekankan pentingnya tindakan hukum terhadap pelaku kericuhan, terlepas dari usia mereka.

“Sekalipun perbuatan itu dilakukan pelajar, tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Unjuk Rasa Ricuh

Sebelumnya, unjuk rasa pada Senin (25/8) di depan dan belakang Gedung DPR RI digelar oleh ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan.

Baca Juga:  Demo Tolak Kenaikan PBB di Kantor Bupati Bone Berujung Ricuh

Aksi tersebut berujung ricuh ketika massa sempat menerobos masuk ke pintu belakang Gedung DPR RI dan merusak pos registrasi tamu.

Aparat dari TNI dan Polri kemudian membubarkan massa dengan gas air mata dan memaksa mereka mundur.

(AKM/NID/RAD)

Trending