Connect with us

Politik

Blak-blakan soal UU TNI, Prabowo: Tentara yang Masuk Jabatan Sipil akan Pensiun Dini

Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal Undang-Undang (UU) TNI yang kini masih menjadi sorotan masyarakat.

Arthur

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 08t113439.818
Prabowo Subianto dan para pemimpin redaksi serta jurnalis senior saat bertemu di Hambalang, Minggu (6/4) | Gambar: Ig/@prabowo

MPN Indonesia 8 April 2025 - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal Undang-Undang (UU) TNI yang kini masih menjadi sorotan masyarakat.

Dalam wawancara bersama tujuh pemimpin redaksi dan jurnalis senior media berita Tanah Air, Prabowo mengatakan UU TNI tidak seharusnya dipermasalahkan. 

Ia menegaskan bahwa prajurit aktif yang akan masuk jabatan sipil harus mengundurkan diri dari jabatan militernya terlebih dulu. 

“Menurut saya Undang-Undang TNI itu is a non issue. Gak ada niat semua pejabat tentara yang akan masuk jabatan-jabatan sipil, pensiun dini,” ujar Prabowo di Hambalang, Minggu (6/4), dikutip MPN Indonesia dari YouTube Kompas TV.

Alasan TNI Boleh Masuk ke Kejaksaan dan MA

Prabowo menjelaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena TNI hanya diperbolehkan menjabat di 14 lembaga negara saja.

Dua dari 14 lembaga yang boleh dimasuki TNI adalah Kejaksaan RI dan Mahkamah Agung (MA). Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan terjadinya impunitas lagi. 

Namun, kata Prabowo, Kejaksaan RI dan Mahkamah Agung membutuhkan TNI karena ada pidana militer yang membutuhkan jaksa dan hakim dari pihak TNI.

“Kemudian Kejaksaan. Kenapa (TNI boleh menjabat di) Kejaksaan? Karena ada jaksa pidana militer. Kemudian hakim agung ada hakim agung militer,” ujar Prabowo.

“Dan kalau dilihat semua tuh ada reasoning-nya jadi menurut saya is not issue, itu rakyat juga tahu kok,” imbuhnya. 

Soal Militerisme Negara, Prabowo: TNI Dipercaya, Coba Tanya Rakyat Jangan Elit Intelektual 

Soal kekhawatiran militerisme negara, kata Prabowo, masyarakat justru sangat mempercayai TNI.

Ia bahkan menantang untuk mengadakan survey soal lembaga mana yang paling dipercaya oleh rakyat.

Baca Juga:  Siap Terbang ke China Bahas Utang Whoosh, Purbaya: Asal Dia yang Bayar Aja ke Sananya

Tapi, ia menegaskan agar survey dilakukan pada rakyat secara umum, bukan elit intelektual. 

“Jadi kalau anda tanya secara objektif, bikin survei. Tanya rakyat lembaga mana yang paling dipercaya oleh rakyat. Jangan elit intelektual di Jakarta yang punya akses, yang banyak punya pandangan-pandangan tertentu,” ujar Prabowo. 

Elit intelektual, kata Prabowo, selalu berpikir dengan dasar prasangka dan curiga. 

“Menurut saya bias gitu loh selalu memandang dengan sangka-sangka dengan curiga,” imbuhnya. 

(ADN/NID/RAD)

Trending