Connect with us

Politik

BRICS Sepakati Empat Pilar Utama, Indonesia Fokus pada Akses Pasar dan Perdamaian

KTT BRICS 2025 di Brasil hasilkan empat pilar kerja sama. Indonesia dukung multilateralisme, perdamaian global, dan pembangunan berkelanjutan.

Logompn

Published

on

Brics sepakati empat pilar utama, indonesia fokus pada akses pasar dan perdamaian
Presiden menghadiri KTT BRICS ke-17 yang dipimpin Presiden Brasil, Yang Mulia Luiz Inácio Lula da Silva, dan diikuti para pemimpin negara anggota lainnya. Gambar : Instagram/@presidenrepublikindonesia

MPN Indonesia 7 Juli 2025 - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada 6 Juli 2025 menghasilkan kesepakatan penting dalam Leaders’ Declaration.

Dokumen tersebut menegaskan komitmen negara-negara anggota pada empat pilar utama, yakni penguatan multilateralisme, perdamaian global, kerja sama ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan dukungan penuh terhadap arah kerja sama tersebut.

Ia menilai diplomasi dan hubungan internasional menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas global.

Indonesia memandang BRICS sebagai platform strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan membuka peluang kerja sama lebih luas.

Peluang Ekonomi Baru untuk Indonesia

Keterlibatan Indonesia dalam forum BRICS menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar bagi produk dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut kerja sama ini relevan dengan kondisi global yang penuh ketidakpastian.

Selain ekonomi, Indonesia juga memanfaatkan BRICS sebagai sarana untuk memperkuat diplomasi perdamaian di tingkat global.

Hal ini tercermin dari komitmen bersama dalam Leaders’ Declaration untuk menempatkan stabilitas internasional sebagai prioritas.

Empat Pilar Utama BRICS 2025

1. Penguatan Multilateralisme dan Reformasi Global Governance

Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pilar pertama adalah komitmen terhadap multilateralisme dan reformasi tata kelola global.

“Kemudian outcomes daripada pertemuan tadi, salah satunya adalah Leaders’ Declaration dan dalam Leaders’ Declaration itu ada beberapa poin yang terkait dengan penguatan multilateralisme dan reform daripada global governance,” kata Airlangga di Rio de Janeiro, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Presiden RI, Senin (7/7).

Baca Juga:  MUI Desak RI Mundur dari Dewan Perdamaian Gaza

2. Perdamaian dan Stabilitas Internasional

Pilar kedua menitikberatkan pada perdamaian dunia. Indonesia menilai poin ini sejalan dengan upaya memperluas perdagangan dan memperkuat ekonomi nasional di tengah ketegangan geopolitik global.

“Nah poin kedua ini menjadi penting bagi Indonesia di tengah ketidakpastian, kita punya BRICS yang diharapkan bisa juga untuk menyerap pasar dari produk-produk Indonesia,” ujar Airlangga.

3. Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan

Komitmen ketiga dalam deklarasi adalah transisi energi dan pembangunan berkelanjutan yang adil dan inklusif.

“Kemudian yang ketiga tentu terkait dengan climate change dan promoting sustainable, yang fair and inclusive development,” jelas Airlangga.

4. Kemitraan Sosial dan Budaya

Pilar keempat menyasar pembangunan manusia, sosial, dan budaya yang merata antarnegara anggota.

“Yang keempat adalah partnership for promotion, human, social, and cultural development. Nah itu outcome dari Leaders’ Declaration,” ungkap Airlangga.

Perkuat Diplomasi dan Stabilitas Global

Melalui keempat pilar kerja sama tersebut, BRICS berkomitmen mendorong perdamaian global, memperkuat diplomasi negara berkembang, serta meningkatkan sinergi ekonomi yang saling menguntungkan.

Indonesia, sebagai anggota baru, menegaskan perannya untuk aktif berkontribusi dalam tatanan internasional yang lebih inklusif dan adil.

(AKM/NID/RAD)

Trending