Connect with us

Politik

KDM Desak Reformasi Pajak RI yang Dinilai Sentralistik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendesak pemerintah pusat mereformasi sistem pajak nasional yang dinilai sentralistik dan merugikan daerah industri seperti Jawa Barat.

Logompn

Published

on

Kdm desak reformasi pajak ri yang dinilai sentralistik
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Gambar : Dok. Pemprov Jabar

Jawa Barat, MPN Indonesia 13 Desember 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendesak pemerintah pusat segera mereformasi kebijakan pajak nasional yang dinilainya masih bersifat sentralistik.

Desakan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Bandung pada Rabu (10/12).

Dedi menilai sistem perpajakan yang berlaku saat ini menimbulkan ketimpangan distribusi penerimaan pajak, terutama bagi daerah industri seperti Jawa Barat yang menanggung berbagai dampak operasional industri, tetapi tidak memperoleh penerimaan yang sebanding.

Daerah Industri Menanggung Beban, Penerimaan Mengalir ke Pusat

Menurut Dedi, aktivitas industri di Jawa Barat menimbulkan dampak langsung berupa pencemaran lingkungan, banjir, serta kerusakan infrastruktur jalan.

Namun, penerimaan pajak dari industri tersebut justru tercatat di wilayah tempat kantor pusat perusahaan berada, seperti DKI Jakarta.

“Problem kita ini adalah sentralisasi. Saya berikan contoh, pabrik di Jawa Barat itu banyak banget. Kawasan industrinya terhampar. Banjirnya kami yang terima. Pencemaran lingkungan kami yang terima. Mobil-mobil gede yang lewat tiap hari yang menghancurkan jalan kabupaten, jalan provinsi, kami yang harus memperbaiki,” ujar Dedi dalam pernyataannya, dikutip MPN Indonesia dari Antara, Sabtu (13/12).

Ia menyoroti ketimpangan penerimaan pajak antara Jawa Barat dan Jakarta.

Jawa Barat, kata Dedi, hanya menerima sekitar Rp140 triliun, sementara Jakarta mengumpulkan lebih dari Rp1.000 triliun.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan ketidakadilan fiskal yang perlu segera dibenahi melalui perubahan kebijakan pemerintah.

Usulan Perubahan Perhitungan PPh dan PPN

Dedi mendorong reformasi pada sistem perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Baca Juga:  Hore! Warga Tangsel Dapat Diskon PBB-P2 Awal Tahun 2026, Berlaku hingga 30 Juni

Ia mengusulkan agar perhitungan pajak didasarkan pada lokasi usaha riil, bukan pada lokasi kantor pusat perusahaan.

“Keinginannya apa? Keinginannya adalah pemerintah pusat didorong. Agar ya kalau bayar pajak dihitung di mana tempat usahanya berada, bukan tempat di mana kantornya berada. Kenapa? Karena yang problem itu luasan areal sawit yang luas, pertambangan yang luas, kemudian industri yang luas,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa wilayah usaha riil merupakan kawasan yang secara langsung menanggung beban ekonomi dan lingkungan akibat aktivitas industri.

Karena itu, lokasi tersebut seharusnya menjadi dasar utama dalam perhitungan dan distribusi pajak.

Dorongan Bagi Hasil Pajak hingga ke Desa

Selain perubahan sistem perhitungan, Dedi juga mengusulkan agar mekanisme bagi hasil pajak diperluas hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, pembagian langsung kepada desa dapat memperkuat kemandirian fiskal di level paling bawah.

“Pajak, ada PPh, ada PPN. Pabriknya di mana itu PPh? PPN-nya di mana? Di situ ada desa. Desa, enggak, desa, bagaimana, kasih aja bagi hasil desa ini misalnya tiga persen. Dari tiga persen itu, desa itu pembangunannya lima tahun tuh selesai,” pungkasnya.

Dedi menegaskan bahwa jika pembagian pajak dilakukan secara lebih adil dan proporsional berdasarkan lokasi usaha, daerah akan memiliki kecukupan fiskal tanpa ketergantungan berlebihan pada alokasi dana dari pemerintah pusat.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk mendorong keadilan pembangunan nasional dan efisiensi pengelolaan anggaran daerah.

(AKM/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga4 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita23 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita30 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita55 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending