Connect with us

Politik

Kelakar Bahlil Sebut “Uang Terus” saat Mentan Amran Ajukan Pinjaman ke Purbaya di Sidang Kabinet

Bahlil Lahadalia melontarkan kelakar saat Amran Sulaiman menyampaikan keterbatasan anggaran Kementerian Pertanian dalam Sidang Kabinet.

Logompn

Published

on

Kelakar Bahlil Sebut Uang Terus saat Mentan Amran Ajukan Pinjaman ke Purbaya di Sidang Kabinet
Kelakar Bahlil Sebut Uang Terus saat Mentan Amran Ajukan Pinjaman ke Purbaya di Sidang Kabinet. Gambar: YouTube/Sekretaris Presiden

MPN Indonesia 16 Maret 2026 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berkelakar saat Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan laporan komoditas strategis nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).

Dalam rapat tersebut, Amran mengungkapkan bahwa anggaran Kementerian Pertanian saat ini hanya mencukupi untuk dua minggu ke depan.

Karena keterbatasan tersebut, Amran menyampaikan permohonan pinjaman anggaran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, permohonan itu mendapat respons spontan dari Bahlil yang berkata, “uang terus,” sambil menepuk pundak Amran.

Momen tersebut terjadi di tengah pembahasan serius mengenai kondisi pangan nasional.

Amran menyebut bahwa pengajuan pinjaman ini dilakukan berdasarkan instruksi dari Presiden.

Ia menegaskan bahwa dana yang diminta bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun merupakan tambahan anggaran baru, melainkan melalui skema pinjaman anggaran yang sudah ada.

Laporan Menteri Pertanian di Sidang Kabinet

Dalam pemaparannya pada Sidang Kabinet Paripurna, Amran turut melaporkan bahwa kondisi stok pangan nasional secara keseluruhan berada dalam keadaan aman.

Ia menjelaskan bahwa cadangan beras diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun 2026.

Selain itu, Amran juga melaporkan perkembangan komoditas lain, terutama CPO.

Ia menyebut ekspor CPO Indonesia meningkat dari sekitar 26 juta ton menjadi 32 juta ton atau naik sekitar 6 juta ton.

Sementara kebutuhan CPO untuk program biofuel domestik diperkirakan mencapai 5,3 juta ton. Selain itu, total ekspor sektor pertanian tercatat meningkat sekitar 28 persen.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Presiden Prabowo Resmikan APKASI Expo 2025 di ICE BSD

Trending