Connect with us

Berita

Sambangi Dapur SPPG Bosowa Bina Insani, DPRD Temukan Lalat hingga Dapur yang Tak Higienis

DPRD Bogor sidak dapur MBG usai kasus keracunan massal, temukan pelanggaran higienitas, desak evaluasi SOP demi jamin kualitas makanan anak sekolah.

Logompn

Published

on

Sambangi dapur sppg bosowa bina insani, dprd temukan lalat hingga dapur yang tak higienis
Sambangi Dapur SPPG Bosowa Bina Insani, DPRD Temukan Lalat hingga Dapur yang Tak Higienis. Gambar: MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 9 Mei 2025 - Menanggapi kasus keracunan makanan massal yang menimpa peserta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor, Komisi IV DPRD melakukan inspeksi ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Bosowa Bina Insani di Tanah Sareal.

Inspeksi ini melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Bogor.

Hasilnya, ditemukan berbagai masalah kebersihan, mulai dari lalat yang hinggap di makanan hingga lantai area pengemasan yang kotor.

Meja kayu yang digunakan untuk pengemasan juga dinilai rawan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

“Jadi ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan untuk menjaga kebersihan makanan dan ruang pengemasan makanan,” ujar Wakil Ketua Komisi IV, Rezky Kartika kepada MPN Indonesia di Kota Bogor, pada Kamis (8/5).

Temuan ini menjadi sorotan utama karena diduga kuat menjadi penyebab keracunan yang kini dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Data Dinkes mencatat hampir 10 persen penerima manfaat mengalami gejala keracunan.

“Dari informasi, ada masuk lagi pagi ini. Sehingga bisa dikatakan bahwa ini masih berkembang untuk jumlah korban, mungkin hari ini bahkan bertambah,” kata anggota Komisi IV, Endah Purwanti.

DPRD Tuntut Evaluasi dan Perketat Pengawasan

Sekretaris Komisi IV, Juhana, menegaskan kunjungan ini adalah bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program MBG.

Ia menilai program ini bermanfaat, namun perlu dievaluasi agar kualitas makanan tetap terjaga.

“Prinsipnya kami mendukung program pemerintah MBG ini yang luar biasa manfaatnya. Tapi karena adanya kejadian ini, kami perlu mengetahui juga proses yang ada sehingga bisa membantu dengan memberikan masukan untuk perbaikan,” ucap Juhana.

Baca Juga:  Waduh! DPO Kasus Pembunuhan di Wakatobi jadi Anggota DPRD

DPRD juga menggelar diskusi bersama pengelola dapur, perwakilan yayasan, dan Pemkot Bogor.

Mereka sepakat perlunya peningkatan standar operasional demi menjamin kebersihan dan kualitas makanan.

Endah menambahkan, meski DPRD tetap mendukung MBG, pengelolaan dan pengawasan harus lebih ketat.

“Kami berharap ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi kualitas dalam proses penyajian dan pengirimannya,” jelasnya.

Tunggu Hasil Lab, Siap Evaluasi Lanjutan

Hingga kini, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih dianalisis oleh Dinkes.

DPRD berencana mengadakan pertemuan lanjutan setelah hasil keluar pada Minggu (11/5), guna menentukan langkah selanjutnya.

Anggota Komisi IV, Karina Soerbakti, menyebut insiden ini sebagai momentum penting untuk evaluasi menyeluruh.

“Untuk memastikan bahwa SOP ke depannya kita bisa lebih awasi lagi untuk seluruh warga Bogor yang kita cintai dan kita banggakan,” tutup Karina.

(DIM/NID/RAD)

Trending