Connect with us

Politik

Komisi XI DPR Soroti Perbedaan Metodologi Data Kemiskinan Bank Dunia dengan BPS

Andi Yuliani Paris tegaskan perbedaan data kemiskinan BPS dan Bank Dunia wajar karena beda metodologi, dorong penguatan peran BPS lewat RUU Statistik.

Logompn

Published

on

Beda data kemiskinan dengan bank dunia, dpr minta pemerintah pegang kendali atas data sendiri
Beda Data Kemiskinan dengan Bank Dunia, DPR Minta Pemerintah Pegang Kendali atas Data Sendiri. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Mei 2025 - Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menanggapi perbedaan signifikan antara data kemiskinan yang dirilis Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia menyebutkan bahwa 60,3% dari total 285,1 juta jiwa penduduk Indonesia pada tahun 2024 masih tergolong miskin.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi pada Jumat (2/5), usai kunjungan kerja spesifik Komisi XI bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Denpasar, Bali.

Perbedaan data ini memicu perhatian publik karena menunjukkan gap signifikan dari angka yang biasa dirilis pemerintah melalui BPS.

Namun, menurut Andi, perbedaan semacam ini seharusnya tidak mengejutkan karena masing-masing lembaga menggunakan pendekatan dan variabel yang berbeda dalam metodologi pengukuran kemiskinan.

Variabel Penghitungan Berbeda Jadi Pemicu Perbedaan Data

Andi menegaskan bahwa metodologi yang digunakan Bank Dunia dan BPS tidak bisa disamakan begitu saja.

“Data itu sangat tergantung pada variabel yang digunakan. BPS punya metodologi sendiri, begitu juga dengan Bank Dunia. Jadi wajar jika hasilnya berbeda,” ujar Andi dalam keterangannya, seperti dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi DPR, pada Senin (5/5).

Hal ini menunjukkan bahwa adanya disparitas dalam standar perhitungan kemiskinan bukan semata karena kesalahan, tetapi lebih pada perbedaan kerangka analisis masing-masing institusi.

Dengan kata lain, perbedaan indikator dan cara penafsiran membuat data yang dihasilkan menjadi beragam, meskipun objek yang dianalisis adalah sama, yakni kondisi kemiskinan di Indonesia.

Penguatan Peran BPS Melalui RUU Statistik

DPR saat ini tengah membahas Rancangan Undang-Undang Statistik (RUU Statistik) yang bertujuan memperkuat koordinasi data nasional.

Baca Juga:  Dinas Gulkarmat Jakarta Naikkan Gaji Petugas Damkar Jadi Rp6,4 Juta

Salah satu poin utama dalam RUU tersebut adalah menetapkan BPS sebagai koordinator tunggal seluruh data statistik nasional, baik data dasar maupun sektoral yang berasal dari kementerian atau lembaga lain.

“Dalam RUU Statistik itu, kita mengenal istilah statistik dasar dan statistik sektoral. BPS akan jadi koordinator tunggal agar ke depan kita punya satu data yang bisa diandalkan,” jelas Andi.

Inisiatif ini dianggap penting agar tidak terjadi lagi kebingungan atau ketidaksinkronan data antar lembaga.

Prioritaskan Data Nasional untuk Kebijakan Pemerintah

Andi menyampaikan bahwa Indonesia tidak bersikap anti terhadap data dari lembaga internasional seperti Bank Dunia.

Namun, ia menekankan pentingnya menjadikan data nasional sebagai pijakan utama dalam penyusunan kebijakan pemerintah.

“Kita tidak anti terhadap data dari luar, termasuk Bank Dunia. Tapi tetap, kita harus utamakan data dari BPS sebagai rujukan utama untuk pengambilan keputusan, baik oleh pemerintah maupun swasta,” tegas Andi.

Dengan menjadikan BPS sebagai rujukan utama, kebijakan pemerintah diharapkan dapat berjalan dengan arah yang lebih tepat dan berdasarkan kondisi riil masyarakat Indonesia.

(AKM/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga5 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita24 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita31 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita56 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending