Politik
Pemerintah Revisi Sejarah Indonesia, Koalisi Sejarawan: Cara Halus Monopoli Kebenaran
Revisi sejarah Indonesia ditolak sejarawan dan publik. Mereka khawatir narasi tunggal pemerintah hapus keragaman pengalaman sejarah rakyat.
MPN Indonesia 23 Mei 2025 - Rencana revisi sejarah Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan mendapat penolakan keras dari sejumlah sejarawan dan tokoh publik.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, kelompok yang tergabung dalam Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI) menyuarakan keberatan mereka terhadap proyek ini.
Kekhawatiran atas Tafsir Sejarah Tunggal
Ketua AKSI, Marzuki Darusman, menilai proyek revisi tersebut berpotensi menjadi alat pemerintah untuk membentuk narasi sejarah versi resmi yang menguntungkan kekuasaan.
“Dalam lingkup proses rekayasa itu tampak tertanam tujuan pokok kepentingan pemerintah untuk menegakkan suatu bangunan atau rekonstruksi sejarah monumental tertentu. Tindakan itu merupakan cara halus pemerintah untuk mengontrol pemikiran rakyat dan memonopoli kebenaran atas sejarah Indonesia,” ujar Marzuki Darusaman, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dalam kanal YouTube TVR Parlemen, Jumat (23/5).
Senada dengan Marzuki, Wakil Ketua AKSI, Sulistyowati Irianto, menegaskan pentingnya partisipasi publik, terutama dari kelompok yang mengalami langsung dampak kebijakan masa lalu.
“Pemerintah bukanlah satu-satunya penafsir tunggal atas sejarah bangsa. Suara rakyat sebagai korban dari tindakan dan kebijakan pemerintah tidak boleh dihilangkan haknya untuk menjelaskan pengalaman sejarahnya,” jelasnya.
Penolakan dari Kalangan Sejarawan
Sejarawan senior, Asvi Warman Adam, juga menolak intervensi pemerintah dalam penulisan sejarah.
Ia menilai sejarah Indonesia memiliki nilai penting secara global dan harus dijaga dari campur tangan kekuasaan.
“Penjamahan sejarah sekecil apa pun oleh kekuasaan, apalagi penulisan sejarah tunggal Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan, perlu dihentikan dan ditolak,” tegas Asvi Warman Adam.
Anggota Komisi X DPR yang juga seorang sejarawan, Bonnie Triyana, menekankan pentingnya uji publik dan diskusi terbuka dalam proses penyusunan sejarah.
Ia menyebut contoh penyusunan Sejarah Nasional Indonesia pada masa lalu sebagai model yang inklusif.
“Buku (tentang) sejarah Indonesia pertama itu kan Sejarah Nasional Indonesia. Itu diawali satu diskusi yang panjang, terbuka,” katanya.
Bonnie menambahkan bahwa proses sejarah saat itu melibatkan berbagai pemikiran melalui forum ilmiah seperti Konferensi Sejarah Nasional Indonesia tahun 1957.
“Tapi prosesnya ada seminar dulu, seminarnya terbuka, berbagai suara didengarkan, ada diskusi, ada perdebatan, ada polemik,” ungkapnya.
Sikap DPR terhadap Aspirasi Publik
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan AKSI akan menjadi pertimbangan dalam komunikasi dengan Kementerian Kebudayaan.
Ia mengakui belum ada pembahasan mendalam terkait isi dan proses revisi sejarah tersebut.
“Kalau terkait proses substantifnya, terus terang kami pun belum pernah bertemu (Kementerian Kebudayaan) untuk membahas apa persisnya hal-hal yang akan direvisi atau bagaimana prosesnya dan sebagainya,” ucap Hetifah Sjaifudian.
Sebagai bagian dari kebijakan pendidikan, revisi sejarah ini dikhawatirkan dapat menghapus keragaman narasi dan pengalaman masyarakat dalam memahami masa lalu.
Para sejarawan menuntut agar proses penulisan sejarah dilakukan secara terbuka, transparan, dan melibatkan berbagai perspektif untuk menjaga integritas sejarah Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
