Connect with us

Politik

Perdana Menteri China Li Qiang akan Temui Prabowo Besok

Perdana Menteri China Li Qiang dijadwalkan bertemu Prabowo Subianto pada Minggu (25/5).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 24t095701.015
PM China Li Qiang | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 24 Mei 2025 - Perdana Menteri China Li Qiang dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi ke Jakarta pada Minggu (25/5) di Istana Kepresidenan.

Pertemuan bilateral ini merupakan bagian dari agenda kunjungan Li Qiang ke Indonesia yang berlangsung dari 24 hingga 26 Mei, sebagai balasan dari lawatan Prabowo ke Beijing pada November 2024.

Dijadwalkan Tiba pada 24 Mei

Li Qiang dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu sore (24/5), sebagaimana dikonfirmasi oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

“Iya betul PM Li Qiang akan ke Indonesia. Rencana tiba Sabtu sore,” ujar Teddy kepada wartawan, Kamis (22/5).

Kunjungan ini menjadi momen penting dalam diplomasi dan hubungan internasional antara dua negara yang memperingati 75 tahun hubungan diplomatik pada tahun ini.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat, agenda kunjungan meliputi pembicaraan strategis terkait peningkatan kerja sama bilateral dalam berbagai bidang seperti politik, pertahanan, perdagangan, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Kunjungan ini menegaskan komitmen dari pemerintah RRT untuk memperkuat kemitraan komprehensif strategis dengan Indonesia,” kata Rolliansyah dalam konferensi pers, Rabu (21/5).

Agenda PM China di Indonesia

Kunjungan Li Qiang ke Indonesia tidak hanya mencakup pertemuan bilateral dengan Prabowo, tetapi juga menghadiri sejumlah kegiatan penting lainnya.

Ia akan menghadiri China – Indonesia Business Banquet, serta menjalin komunikasi dengan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Dalam rangkaian kunjungan ini, beberapa Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama juga direncanakan akan ditandatangani.

Beberapa MoU yang tengah disiapkan mencakup bidang kesehatan, pariwisata, serta protokol ekspor.

Selain itu, pembahasan inisiatif kerja sama juga akan menjangkau sektor politik dan pertahanan, perdagangan dan ekonomi, serta kerja sama dalam ranah regional dan multilateral.

Baca Juga:  Prabowo Umumkan Kebijakan Baru, Wajib Simpan DHE Sumber Daya Alam di Dalam Negeri

(AKM/NID/RAD)

Trending