Politik
Pidato Perdana Gibran di KTT G20, Pamer QRIS hingga Program MBG
Wapres Gibran Rakabuming menyampaikan pidato perdana di KTT G20 Johannesburg, menyoroti program MBG, ketahanan pangan, dan sistem pembayaran digital QRIS.
MPN Indonesia 24 November 2025 - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pidato perdananya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Sabtu (22/11).
Dalam kesempatan tersebut, Gibran mempromosikan sistem pembayaran digital QRIS dan program makanan bergizi gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional dan inklusi ekonomi.
Gibran juga menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa serta mengapresiasi kepemimpinan Afrika Selatan sebagai tuan rumah KTT G20.
“Selamat siang semuanya, salam hangat dari Presiden Prabowo untuk kalian semua, dan juga penghargaan yang mendalam kepada pemerintah Afrika Selatan atas keramahan yang hangat dan penyambutan yang sangat baik,” ujar Gibran membuka pidatonya, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @gibran_rakabuming pada Senin (24/11).
Ketahanan Pangan dan Program MBG
Pada forum tersebut, Gibran menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan prioritas utama Indonesia yang diwujudkan melalui program makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil.
Ia menyebut program ini sebagai investasi strategis yang ikut memberdayakan petani dan peternak sekaligus memperluas kegiatan ekonomi.
“Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis,” ucap Gibran.
Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan kebutuhan mendasar rakyat dan tidak sekadar agenda ekonomi semata.
Promosi Sistem Pembayaran Digital QRIS
Selain menyoroti ketahanan pangan, Gibran memperkenalkan sistem pembayaran digital QRIS sebagai contoh solusi digital sederhana dan berbiaya rendah yang mampu mendorong partisipasi ekonomi serta meminimalisasi ketimpangan.
“Sistem pembayaran digital QRIS nasional kami menunjukkan bagaimana solusi digital yang sederhana dan berbiaya rendah dapat mendorong partisipasi dalam perekonomian dan meminimalkan ketimpangan,” jelasnya.
Diplomasi Indonesia di KTT G20
Dalam pidatonya, Gibran menilai bahwa KTT G20 tahun ini merupakan tonggak sejarah karena pertama kalinya digelar di benua Afrika dan mencerminkan peran aktif negara berkembang.
“Tonggak sejarah ini menandai perubahan besar di mana negara-negara berkembang tidak lagi menjadi penonton, melainkan menjadi penggerak bersama negara-negara berkembang,” kata Gibran.
Pada sesi kedua KTT, ia menyampaikan pandangan Indonesia mengenai tantangan global, khususnya dalam ketahanan energi, air, dan pangan.
Gibran menyebut Indonesia menghadapi lebih dari 3.000 bencana setiap tahun, termasuk gempa bumi, banjir, dan letusan gunung berapi.
Karena itu, Indonesia mengusung konsep ketahanan berkelanjutan agar pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan dapat berjalan seimbang.
Terkait konflik global, Gibran menyoroti bencana kemanusiaan akibat tindakan manusia seperti di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel.
Ia menegaskan bahwa dunia tidak boleh menormalisasi kondisi yang dapat dicegah.
“Dunia tidak boleh membiarkan dan menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah, menjadi normal baru,” tegasnya.
Kerja Sama Bilateral dan Keuangan Berkelanjutan
Gibran juga menekankan pentingnya kerja sama bilateral yang adil dan memberdayakan.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarnegara tidak boleh menciptakan ketergantungan.
“Tidak ada yang namanya metode terbaik. Kerja sama harus memberdayakan, bukan mendikte. Kerja sama harus mengangkat, bukan menciptakan ketergantungan,” tutur Gibran.
Indonesia menyambut fokus G20 pada keuangan berkelanjutan dan mendorong pembiayaan yang lebih mudah diakses negara berkembang.
Dalam kesempatan itu, Gibran menyampaikan bahwa Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar 2,5 miliar USD per tahun untuk mendukung UMKM hijau, asuransi pertanian, dan infrastruktur berketahanan iklim.
Sebagai penutup, Gibran mengusulkan agar G20 memulai dialog terkait kecerdasan ekonomi, mengingat teknologi seperti aset kripto dan token digital membawa potensi risiko maupun peluang.
“Oleh karena itu, Indonesia mengusulkan agar G20 memulai dialog tentang kecerdasan ekonomi,” pungkasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
