Connect with us

Politik

Prabowo Akui Hasan Nasbi Keliru soal Teror Kepala Babi: Tim Saya Orang Baru di Pemerintahan

Prabowo Subianto mengakui ada kekeliruan dari pernyataan Hasan Nasbi soal pengiriman kepala babi ke redaksi Tempo.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 08t173743.570
Prabowo Akui Hasan Nasbi Keliru soal Teror Kepala Babi | Gambar: Ig/@prabowo

MPN Indonesia 8 April 2025 - Presiden Prabowo Subianto mengakui ada kekeliruan dari pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi soal pengiriman kepala babi ke redaksi Tempo.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di Hambalang saat bertemu dengan tujuh pemimpin redaksi dan jurnalis senior, Minggu (6/4).

Sebut Hasan Nasbi Keliru dan Telah Menyesal

Prabowo Subianto menanggapi pernyataan Hasan Nasbi soal teror Tempo dengan menyatakan bahwa ucapan itu adalah bentuk keteledoran.

Ia menegaskan bahwa Hasan Nasbi telah menyadari kekeliruannya dan menyesal atas ucapannya.

“Tapi, bener itu ucapan yang menurut saya teledor, itu ya keliru. Ya, saya kira beliau menyesal,” ungkap Prabowo dikutip MPN Indonesia dari YouTube Harian Kompas.

Akui Ada Kekurangan Komunikasi dalam Pemerintahannya

Prabowo mengakui bahwa dirinya bertanggung jawab atas buruknya komunikasi di lingungan pemerintahannya. Ia pun menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi.

Kekurangan dalam komunikasi pemerintahan, kata Prabowo, disebabkan oleh fokus berlebihan pada hasil kerja sejak hari pertama menjabat.

Menurutnya, pendekatan yang ia ambil lebih menitikberatkan pada pencapaian nyata, bukan persepsi atau narasi publik.

“Karena begitu kita dapat mandat, fokus saya, antusiasme saya, semangat saya, adalah bagaimana bisa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya delivered. Orang lapar nggak bisa nunggu, anak-anak lapar nggak bisa nunggu, jadi fokus kita kerja,” kata Prabowo.

Sebut Banyak Tim-nya yang Harus Belajar

Prabowo juga menjelaskan bahwa banyak anggota timnya merupakan orang baru dalam pemerintahan, termasuk Hasan Nasbi.

Sebagai sosok yang sebelumnya aktif di dunia perencana, survei, atau akademik, menurut Prabowo, jajarannya belum sepenuhnya mampu menyesuaikan diri dengan sorotan dan tuntutan komunikasi di lingkungan pemerintahan.

Baca Juga:  Beda dengan Komnas HAM, Menteri Pigai Dukung Gubernur Jabar Kirim Siswa Nakal ke Barak

“Masalah salah ucap, tim saya kan orang orang baru dalam pemerintahan, banyak orang baru di pemerintahan. Sebagian menteri-menteri yang senior ada yang dari kabinet lama, tapi banyak yang baru, jadi mungkin kurang waspada, kurang hati-hati dalam mengucap,” jelas Prabowo.

Komentar Hasan Nasbi

Sebelumnya, Hasan Nasbi mengomentari insiden teror kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana, yang menerima kiriman kepala babi.

Dalam komentarnya, Hasan menyebut kepala babi itu “dimasak saja”. Hasan mengungkap jika pernyataannya itu merujuk pada respons satir Francisca di media sosial pribadinya.

Namun, pernyataan ini menuai kritik karena dianggap tidak sensitif terhadap situasi serius yang melibatkan intimidasi terhadap kerja-kerja pers.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending