Connect with us

Politik

Prabowo Resmi Terima Surat Kepercayaan dari 8 Dubes Negara Sahabat, Ada Korea Selatan

Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan Jakarta dan menegaskan prinsip diplomasi bebas aktif Indonesia.

Logompn

Published

on

Prabowo Resmi Terima Surat Kepercayaan dari 8 Dubes Negara Sahabat, Ada Korea Selatan
Prabowo saat menerima surat kepercayaan dari 8 dubes negara sahabat pada Senin (8/6). Gambar: Instagram/@prabowo

MPN Indonesia 9 Juni 2026 - Presiden RI Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan atau Letter of Credentials dari delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (8/6).

Delapan Duta Besar Serahkan Surat Kepercayaan kepada Prabowo

Delapan duta besar tersebut berasal dari Korea Selatan, Palestina, Republik Ceko, Filipina, Yunani, Sri Lanka, Lebanon, dan Saint Lucia.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menyampaikan bahwa proses penyerahan surat kepercayaan telah berlangsung pada Senin siang.

“Alhamdulillah sudah ya, sudah tadi ya,” kata Anis kepada wartawan di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia menjelaskan delapan duta besar tersebut berasal dari berbagai kawasan, yakni Asia Tenggara, Asia Selatan, Eropa, Timur Tengah, Asia Timur, dan kawasan Karibia.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo Subianto juga menyampaikan prinsip diplomasi Indonesia kepada para duta besar yang menyerahkan mandat resmi dari negara masing-masing.

“Presiden kepada para dubes hanya menjelaskan prinsip Indonesia dalam diplomasi internasional bahwa kita ini bebas aktif. Kita tidak punya aliansi militer dengan negara apa pun,” jelas Anis.

Permintaan Maaf Prabowo atas Keterlambatan Penerimaan Kredensial

Selain itu, Presiden juga menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan penerimaan surat kepercayaan tersebut.

“Tadi Presiden sudah juga menyampaikan, pertama beliau meminta maaf atas keterlambatan ini kepada seluruh para dubes dan murni lebih banyak karena faktor jadwal yang sangat padat dari beliau. Tidak ada niat sama sekali untuk menunda-nunda—apa namanya—pemberian kredensial ini, sama sekali enggak,” ujar Anis.

Baca Juga:  Prabowo Wanti-Wanti Jajarannya yang Korup: Kita Singirkan Tanpa Ragu

Acara Dilaksanakan secara Tertutup

Anis juga menjelaskan alasan prosesi tersebut tidak dapat diliput secara langsung oleh wartawan.

Menurutnya, hal itu murni disebabkan oleh faktor teknis dan tidak berkaitan dengan hal lain.

“Sebenarnya sih itu masalah murni masalah teknis aja,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan agenda penerimaan surat kepercayaan delapan duta besar negara sahabat tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Namun, pelaksanaannya menyesuaikan waktu Presiden.

“Penerimaan kredensial delapan duta besar negara sahabat, yang memang sebenarnya sudah direncanakan, ini kan masalah waktu ya. Kemudian untuk efisiensi, untuk keserentakan, maka acara tersebut dilaksanakan pada hari ini,” kata Prasetyo dalam keterangan terpisah di kompleks parlemen, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Komitmen Perkuat Kerja Sama Bilateral

Dalam rangkaian penyerahan surat kepercayaan tersebut, sejumlah duta besar menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral dengan Indonesia.

Duta Besar LBBP Sri Lanka untuk Indonesia, Sumadhurika Sashikala Premawardhane, menyampaikan harapannya untuk mempererat hubungan kedua negara, khususnya di bidang kebudayaan dan pendidikan.

“Kami memiliki sejarah panjang hubungan bilateral dan sejarah panjang persahabatan, dan saya berharap untuk memperkuat hubungan tersebut di sini, di Indonesia,” kata Sumadhurika, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

Duta Besar LBBP Filipina untuk Indonesia, Christopher Baltazar Montero, juga menekankan penguatan kerja sama maritim antara dua negara kepulauan besar di kawasan.

“Saya berharap bahwa kita akan dapat mengejar kerja sama maritim yang lebih dalam, terutama karena ini juga merupakan salah satu prioritas kepemimpinan Filipina di ASEAN tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, Duta Besar LBBP Saint Lucia untuk Indonesia, Menissa Rambally, menyebut Indonesia sebagai sumber inspirasi bagi negaranya.

Baca Juga:  Ditanya Denny Sumargo soal Dadan Hindayana, Purbaya: Presiden Hatinya Baik

“Kami berharap tidak hanya untuk bekerja dengan Anda secara bilateral, tetapi untuk bekerja dengan Anda di komunitas internasional untuk dunia yang lebih baik, untuk dunia yang lebih damai, untuk kemanusiaan yang lebih baik,” ungkapnya.

Duta Besar LBBP Lebanon untuk Indonesia, Salam Al Achkar, turut menyampaikan komitmennya dalam memperkuat hubungan kedua negara.

“Izinkan saya mulai hari ini untuk menjadi jembatan persahabatan antara kedua negara kita,” tuturnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending