Connect with us

Politik

Tak Pandang Fisik, Prabowo Ingin Orang Berkacamata Bisa Masuk TNI/Polri

Prabowo meminta rekrutmen TNI dan Polri tidak hanya menilai fisik, tetapi juga intelektual. Calon berkacamata juga disebut dapat dipertimbangkan.

Actress 1299250

Published

on

Tak Pandang Fisik, Prabowo Ingin Orang Berkacamata Bisa Masuk TNIPolri
Tak Pandang Fisik, Prabowo Ingin Orang Berkacamata Bisa Masuk TNI/Polri. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 8 Oktober 2026 - Presiden Prabowo Subianto meminta sistem rekrutmen TNI dan Polri tidak hanya mempertimbangkan kondisi fisik calon anggota.

Ia ingin aspek intelektual turut menjadi perhatian, termasuk membuka peluang bagi calon anggota yang menggunakan kacamata.

Arahan itu disampaikan Prabowo kepada Menko Polkam, Dudung Abdurachman usai memberi taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10).

“Sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik, tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara, polisi pakai kacamata juga boleh, tapi dia pintar,” kata Menko Polkam, Dudung Abdurachman, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (8/10).

Prabowo Subianto Soroti Tantangan Perang Hibrida

Permintaan Prabowo Subianto terkait rekrutmen disampaikan dengan mempertimbangkan perubahan dinamika global.

Salah satu perhatian pemerintah adalah perkembangan karakter peperangan yang tidak lagi hanya bersifat konvensional.

“Tantangan ke depan ini, kan, perang itu kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya, sehingga itu yang menjadi konsentrasi bapak presiden,” papar Dudung.

Prabowo menilai perkembangan perang akan berkaitan dengan penggunaan alat jarak jauh.

Salah satu teknologi yang disebut dalam pengarahan tersebut adalah pesawat nirawak atau drone.

“Kondisi itu yang menjadi konsentrasi bapak presiden,” imbuhnya.

TNI dan Polri Diminta Tingkatkan Profesionalisme

Prabowo menyampaikan pentingnya kesiapan personel dalam menghadapi perubahan tantangan keamanan.

Pendidikan dan latihan menjadi bagian yang disampaikan dalam pengarahan kepada para perwira tinggi.

Taklimat tersebut diikuti sekitar 800 perwira tinggi.

Baca Juga:  Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Tegaskan Pemimpin Harus Jaga Kepercayaan Rakyat

Para peserta berasal dari jajaran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung program pemerintah.

Dukungan tersebut mencakup sejumlah bidang yang berkaitan dengan program nasional dan keamanan.

“Presiden mengucapkan terima kasih atas sumbangsih TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi, termasuk menjaga situasi keamanan saat ini. Beliau mengapresiasi,” kata Dudung.

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira Tinggi TNI dan Polri

Prabowo menjelaskan alasan mengumpulkan para perwira tinggi menjelang dua tahun pemerintahan yang dipimpinnya.

Ia ingin memberikan gambaran mengenai keadaan yang sedang dihadapi Indonesia.

“Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara,” ucap Prabowo pada keterangan terpisah.

Pertemuan pada Rabu (7/10) bukan pertama kali dilakukan Presiden bersama jajaran TNI dan Polri.

Prabowo sebelumnya mengumpulkan jajaran kedua institusi tersebut pada 9 Februari 2026.

Pertemuan pada Februari juga digelar di Istana Kepresidenan.

Seperti agenda terbaru, pengarahan tersebut berlangsung secara tertutup.

(AKM/NID/RAD)

Trending