Connect with us

Politik

Profil Saan Mustopa yang Kini Sah menjadi Wakil Ketua DPR RI 2024-2029 dari Partai NasDem

Profil lengkap Saan Mustopa, politikus NasDem dengan perjalanan panjang di dunia politik, dari HMI hingga wakil ketua DPR RI 2024-2029.

Actress 1299250

Published

on

Profil Saan Mustopa Calon Pimpinan DPR dari NasDem
Saan Mustopa. Gambar : Instagram/@saan_mustopa68

MPN Indonesia 2 Oktober 2024 - Saan Mustopa, lahir pada 5 Juli 1968 di Karawang, Jawa Barat, adalah seorang politikus berpengalaman yang kini menjadi bagian dari Partai NasDem.

Kiprahnya dalam dunia politik telah berlangsung selama beberapa dekade, dimulai dengan keterlibatannya di Partai Demokrat dan berlanjut hingga saat ini di Partai NasDem.

Kini, Saan akan bekerja sama dengan pimpinan DPR lainnya, yaitu Puan Maharani sebagai Ketua, serta Sufmi Dasco Ahmad, Adies Kadir, dan Cucun Syamsurijal sebagai Wakil Ketua.

Penunjukan Saan dilakukan setelah seluruh anggota dewan menyepakati hasil pemilihan tersebut.

“Apakah dapat disetujui sebagai ketua dan wakil ketua DPR RI 2024-2029?” tanya Ketua Sementara DPR, Guntur Sasono, dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/10).

“Setuju,” jawab seluruh anggota dewan yang hadir.

Saan Mustopa sendiri sudah lama berkecimpung di dunia politik Indonesia.

Ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen Partai Demokrat sebelum akhirnya bergabung dengan Partai NasDem, di mana saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.

Profil Saan Mustopa

  • Nama: Saan Mustopa
  • Tempat dan Tanggal Lahir: Karawang, Jawa Barat, 5 Juli 1968
  • Panggilan: Kang Saan
  • Partai Politik: Partai NasDem

Pendidikan

  • SDN 1 Pisangsambo
  • SMPN 1 Batujaya
  • SMAN 1 Rengasdengklok
  • Fisika, IKIP Bandung
  • Sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas Indonesia (2015)

Pengalaman Organisasi

  • Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bandung
  • Ketua HMI Badko Jawa Barat
  • Ketua Pengurus Besar (PB) HMI tingkat nasional
  • Ketua Umum Hima Fisika IKIP Bandung
  • Ketua Senat Mahasiswa MIPA
  • Sekretaris Umum Senat Mahasiswa IKIP Bandung
Baca Juga:  Mega Satria Ditunjuk sebagai Direktur Keuangan Pertamina

Karier Politik dan Awal Kiprah

Saan Mustopa memulai karier politiknya dengan bergabung ke dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) semasa kuliah di IKIP Bandung.

Selama masa kuliah, ia aktif di berbagai organisasi mahasiswa, termasuk menjabat sebagai Ketua HMI Bandung, Ketua HMI Badko Jawa Barat, hingga Ketua Pengurus Besar (PB) HMI di tingkat nasional.

Pengalaman ini mengasah kemampuan diplomasi dan kepemimpinan Saan, yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu politisi berpengaruh di Indonesia.

Pada 2009, Saan pertama kali melenggang ke parlemen sebagai calon anggota DPR dari Partai Demokrat, mewakili daerah pemilihan Jawa Barat VII.

Dalam Pemilu Legislatif 2009, Saan berhasil meraih 60.508 suara, dan kemudian kembali terpilih untuk periode 2014-2019.

Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Anas Urbaningrum.

Bergabung dengan Partai NasDem dan Pencalonan di Pilkada Karawang

Pada 2015, Saan Mustopa memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Karawang bersama Iman Sumantri.

Pasangan ini didukung oleh koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai NasDem.

Meskipun Saan-iman tidak berhasil memenangkan Pilkada Karawang, dengan perolehan suara 200.509 suara.

Pasca kekalahan tersebut, Saan bergabung dengan Partai NasDem dan diangkat menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat pada 13 Maret 2016.

Sebagai Ketua DPW NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa memainkan peran penting dalam menghidupkan visi restorasi Partai NasDem di wilayah tersebut.

Salah satu langkah signifikan yang diambilnya adalah mendeklarasikan dukungan NasDem terhadap Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jawa Barat pada Pemilihan Gubernur 2018.

Keputusan ini memperkuat posisi politik Partai NasDem di Jawa Barat dan meningkatkan pengaruhnya dalam peta politik lokal.

Baca Juga:  Pejabat Diminta Naik Angkutan Umum, Bahlil: Nanti Saya Ajarin Naik Angkot, Itu Ilmu Saya

Kasus Hukum dan Penghargaan

Meskipun karier politiknya berjalan mulus, Saan Mustopa sempat terlibat dalam beberapa kasus yang menyorot perhatian publik.

Pada 2012, ia dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi PLTS di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang melibatkan Neneng Sri Wahyuni.

Selain itu, pada 2015, istrinya, Illah Hollilah, sempat dituduh melakukan kampanye di lokasi terlarang oleh Panitia Pengawas Lapangan Rengasdengklok.

Namun, tuduhan ini dibantah oleh tim sukses Saan yang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan undangan sebagai Pembina Majelis Taklim Kabupaten Karawang, bukan kampanye politik.

Di sisi lain, Saan juga dikenal berprestasi di bidang politik. Pada 2012, ia menerima penghargaan dari Charta Politika dalam kategori Politisi dari Partai Politik Koalisi Pemerintah.

Kehidupan Pribadi dan Dukungan Keluarga

Dalam kehidupan pribadi, Saan Mustopa telah menikah dengan Illah Hollilah, seorang ustazah yang juga merupakan dosen di Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanudin, Banten.

Dari pernikahan ini, Saan dan Illah memiliki seorang putri bernama Zahra Najwa.

Saan juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan media dan sering menjadi narasumber dalam berbagai diskusi politik.

Sebagai politisi yang gemar bersepeda, Saan Mustopa terus menunjukkan integritas dan dedikasinya dalam dunia politik, baik di parlemen maupun di lingkup partai.

Trending