Connect with us

Politik

Purbaya Bantah Dirinya Mundur: Tidak Benar

Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor pengunduran diri dari jabatan Menteri Keuangan dan isu perpindahan ke Bank Indonesia.

Logompn

Published

on

Purbaya Bantah Dirinya Mundur Tidak Benar
Purbaya Bantah Dirinya Mundur: Tidak Benar. Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 5 Juni 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut dirinya mengundurkan diri dari jabatan di Kabinet Merah Putih, Kamis (4/6).

Purbaya menegaskan informasi tersebut tidak benar dan memastikan dirinya tetap menjalankan tugas sebagai menteri keuangan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi rumor pengunduran diri itu, Purbaya memberikan klarifikasi melalui pesan singkat WhatsApp.

“Tidak,” kata Purbaya kepada CNNIndonesia.com, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (5/6).

Dalam konfirmasi terpisah kepada Liputan6.com, ia juga menyampaikan bantahan serupa.

“Ha ha ha enggak bener lah,” kata Purbaya melalui pesan singkat, dikutip MPN Indonesia melalui Liputan6.com.

Selain isu mundur dari jabatan, beredar pula rumor yang menyebut Purbaya akan digeser menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) di tengah pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

“Tidak benar,” balasnya singkat, menanggapi kabar tersebut.

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya sebagai Menteri Keuangan untuk menggantikan Sri Mulyani pada September 2025.

Dengan demikian, masa jabatannya di Kementerian Keuangan baru berlangsung sekitar 10 bulan.

Penunjukan tersebut dilakukan melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 86 Tahun 2025 yang dibacakan di Istana Negara pada Senin, 8 September 2025.

Pada awal pengangkatannya, tidak sedikit pihak yang meragukan kemampuan Purbaya untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Sri Mulyani, mengingat pendahulunya memiliki rekam jejak panjang sebagai Menteri Keuangan di era tiga presiden.

Penjelasan Soal Rupiah dan Utang Pemerintah

Di luar isu pengunduran diri, Purbaya juga menyoroti kondisi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.

Baca Juga:  Catatan Setangah Tahun Lebih Kinerja Kabinet Merah Putih

Ia menjelaskan bahwa pelemahan kurs berdampak pada pembayaran utang pemerintah yang berdenominasi valuta asing jika dihitung dalam rupiah.

Menanggapi pertanyaan mengenai pengaruh pelemahan rupiah terhadap pembayaran utang, Purbaya menjelaskan bahwa kupon surat utang pemerintah bersifat tetap.

“Kuponnya tetap. Harusnya fixed kuponnya,” ujar Purbaya di Kompleks DPR RI.

Ia mengakui bahwa ketika rupiah melemah, nilai pembayaran kewajiban dalam rupiah meningkat, khususnya untuk utang dalam mata uang asing.

“Pada waktu rupiah melemah, tentu dalam rupiah pembayarannya meningkat. Tetapi ini masih dalam range perhitungan kita sebelumnya,” katanya.

Purbaya memaparkan bahwa dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar sekitar Rp16.500 per dolar AS.

Selain itu, pemerintah juga melakukan berbagai simulasi untuk mengantisipasi perubahan kondisi ekonomi, termasuk kemungkinan pelemahan rupiah yang lebih dalam.

(AKM/NID/RAD)

Trending