Connect with us

Politik

Nanik S Deyang Buka Peluang Kantin Sekolah jadi Dapur MBG di Wilayah 3T

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, membuka peluang pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T.

Logompn

Published

on

Nanik S Deyang Buka Peluang Kantin Sekolah jadi Dapur MBG di Wilayah 3T
Nanik S Deyang Buka Peluang Kantin Sekolah jadi Dapur MBG di Wilayah 3T. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 5 Juni 2026 - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, membuka peluang pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kebijakan ini disampaikan sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran sekaligus perluasan jangkauan program MBG tanpa membangun dapur baru di setiap lokasi.

Nanik menyatakan pendekatan di wilayah 3T berbeda dengan daerah perkotaan karena jumlah penerima manfaat relatif kecil.

“Kita intinya tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya. Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah,” kata Nanik dalam konferensi pers di kantor BGN, Kamis (4/6).

Pembangunan Dapur Baru di 3T Tak Efisien

Nanik menjelaskan, di sejumlah wilayah 3T jumlah penerima manfaat hanya berkisar puluhan hingga ratusan orang sehingga pembangunan dapur baru dinilai tidak efisien.

“Karena 3T ini cuma ada yang isinya 200 orang, 81 orang, 47 orang di wilayah-wilayah itu. Jadi tidak mungkin kita membangun dapur-dapur baru,” ujarnya.

Menurutnya, fasilitas yang sudah tersedia dapat dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan MBG di daerah tersebut.

“Jadi yang sudah ada existing, entah dapurnya siapa, mungkin ada dapur umum atau apa, intinya tidak harus membangun dapur baru,” kata dia.

Alternatif Pendanaan

Nanik menegaskan, sebelumnya pembangunan dapur SPPG sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kini pemerintah membuka alternatif pendanaan lain untuk mengurangi beban anggaran negara.

“Dulu kan formulasinya dibangun dengan pakai seluruhnya anggaran negara. Yang sekarang itu kita coba ada alternatif-alternatif lain,” katanya.

Ia menyebutkan salah satu sumber pendanaan yang didorong berasal dari corporate social responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun sektor swasta.

Baca Juga:  Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan MBG: yang Rawat Inap hanya 5 Orang

“Misalnya ada CSR BUMN, ada hibah dari negara lain. Itu banyak loh hibah-hibah ini. Bahkan sekarang sudah ada juga beberapa yayasan yang menerima hibah untuk membangun dapur,” ujar Nanik.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending