Connect with us

Politik

Purbaya Bantah Ekonomi Indonesia Balik ke 1998: Jangan Asal Bikin Cerita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut ekonomi Indonesia kembali ke situasi krisis 1998.

Logompn

Published

on

Purbaya Bantah Ekonomi Indonesia Balik ke 1998 Jangan Asal Bikin Cerita
Purbaya Bantah Ekonomi Indonesia Balik ke 1998: Jangan Asal Bikin Cerita. Gambar: Dok. Kemenkeu

MPN Indonesia 6 Mei 2026 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut ekonomi Indonesia kembali ke situasi krisis 1998.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

“Pasti banyak ekonom yang bilang kita mau rusak, pada kecele, salah prediksi. Boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan bahwa narasi yang menyamakan kondisi saat ini dengan krisis 1997-1998 tidak merujuk pada data yang valid.

“(Kondisi ekonomi) 97-98 akan terjadi kan katanya? (Tahun) 98, jatuh pemerintahan setelah ekonomi resesi selama 1 tahun penuh,” kata dia.

“Kita sekarang boro-boro resesi, masih ekspansi, masih akselerasi. Jadi, jangan asal bikin cerita, lihat data yang betul. Datanya seperti itu karena saya mengamati ekonomi dari waktu ke waktu,” sambungnya.

Data Pertumbuhan Ekonomi RI

Berdasarkan laporan BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87 persen.

Capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan IV 2025 yang sebesar 5,39 persen, menunjukkan tren penguatan di tengah tekanan global.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan satu 2026 atas dasar harga berlaku sebesar 6.187,2 triliun rupiah, atas dasar harga konstan 3.447,7 triliun rupiah,” jelasnya.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan satu 2026 bila dibandingkan triwulan satu 2025 atau secara year on year tumbuh 5,61 persen,” sambung dia.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Sertijab dengan Purbaya, Sri Mulyani: Jangan Pernah Lupa Mencintai Indonesia

Trending