Connect with us

Politik

Purbaya Nilai Programmer Coretax Asal Korsel hanya Setara Lulusan SMA, Bukan Orang Jago

Menteri Keuangan Purbaya kritik kualitas programmer Coretax LG CNS–Qualysoft, fokus perbaikan sistem dan penguatan tim IT lokal untuk digitalisasi pajak Indonesia.

Logompn

Published

on

Purbaya nilai programmer coretax asal korsel hanya setara lulusan sma, bukan orang jago
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Gambar : Instagram/@purbayayudhi_official

MPN Indonesia 28 Oktober 2025 - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik kualitas sumber daya manusia di balik proyek sistem administrasi perpajakan Coretax yang dikerjakan konsorsium LG CNS-Qualysoft asal Korea Selatan.

Dalam pemeriksaan internal Kementerian Keuangan, ditemukan bahwa para programmer dari pihak LG disebut setara lulusan sekolah menengah atas (SMA).

“Begitu mereka dapat source code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, ‘wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA’. Jadi yang dikasih ke kita bukan orang jago-jagonya kelihatannya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/10).

Proyek Coretax senilai Rp1,228 triliun ini seharusnya menjadi tulang punggung digitalisasi perpajakan Indonesia.

Namun, Purbaya menilai kompetensi teknis yang diberikan tidak sepadan dengan nilai dan kompleksitas sistem yang dibutuhkan.

Evaluasi Sistem dan Masalah Teknis Coretax

Coretax dikembangkan sejak empat tahun lalu sebagai bagian dari modernisasi layanan pajak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), termasuk pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) dan pengelolaan data wajib pajak.

Namun, sistem ini mengalami kendala teknis seperti gagal login, halaman kosong, waktu akses habis (timeout), dan data pajak tersasar (session nyasar).

“Problem teknis yang selama ini sering dialami pengguna sehingga tidak bisa bekerja sudah cukup banyak teratasi, sesuai target awal,” kata Purbaya.

Ia menegaskan bahwa waktu satu bulan tidak cukup untuk pembenahan menyeluruh terhadap sistem sebesar ini.

“Perbaikan sekarang semacam P3K, fokus untuk pengguna aktif yang sangat tergantung sistem ini,” tambahnya.

Kementerian Keuangan mengevaluasi empat aspek utama, termasuk sistem keamanan.

Baca Juga:  26 Pegawai Pajak Dipecat, Menkeu Purbaya: Enggak Bisa Diampuni Lagi

“Security yang terlalu overkill, mahal, dan ribet, tapi banyak obsolete dan tidak perlu. Perlu diperbarui dengan teknologi terbaru dan juga disederhanakan,” jelas Purbaya.

Respons Lambat dari LG dan Penguatan Tim Lokal

Purbaya juga menyampaikan kritik terhadap lambannya respons LG dalam menanggapi keluhan pengguna.

Meskipun beberapa pembaruan (patch) telah dilakukan, kecepatan tanggapan masih jauh dari harapan.

“Sebelumnya LG itu kalau ditanya, enggak peduli. Ditanya di sana cuek dan responnya lama. Sekarang mereka sudah lebih cepat, walaupun masih lambat,” ucapnya.

Untuk mempercepat perbaikan, Kemenkeu membentuk tim khusus (special task force) yang mengawasi langsung proses penanganan masalah teknis.

Langkah ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing.

“Adanya ketergantungan pada pihak asing nanti ke depan akan kita putus, apalagi kalau kualitas jelek seperti itu. Pada dasarnya, orang Indonesia punya kemampuan dan kita akan memanfaatkan itu dengan serius ke depan,” tegas Purbaya.

Kontrak LG Berakhir Desember 2025

Kontrak dengan LG CNS-Qualysoft akan berakhir pada Desember 2025.

Purbaya membuka peluang untuk tidak melanjutkan kerja sama setelah masa kontrak habis dan optimistis proses perbaikan akan lebih cepat setelah seluruh kode sistem diserahkan kepada pemerintah.

Kementerian Keuangan menargetkan perbaikan menyeluruh sistem Coretax rampung pada awal 2026.

“Mungkin Coretax belum sempurna, tapi ada kemajuan signifikan sekali,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending