Connect with us

Politik

Selain Konflik Palestina, DPR Bahas Upaya Perdamaian Pakistan-India di Konferensi Parlemen OKI

Konferensi PUIC ke-19 di Jakarta bahas perdamaian Pakistan-India, dorong tata kelola baik, dan sahkan Deklarasi Jakarta untuk solidaritas negara OKI.

Logompn

Published

on

Ketua badan kerja sama antar parlemen (bksap) dpr ri, mardani ali sera dalam sidang komite eksekutif ke 53 puic yang digelar di gedung dpr, kompleks parlemen, senayan, jakarta, rabu (145)
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera dalam Sidang Komite Eksekutif ke-53 PUIC yang digelar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (145). Gambar : Jaka/vel

MPN Indonesia 17 Mei 2025 - Konferensi Persatuan Parlemen Negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 yang diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (14/5), turut membahas secara intensif konflik antara Pakistan dan India.

Isu ini diangkat dalam Sidang Komite Eksekutif ke-53 PUIC yang dipimpin langsung oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera.

Forum tersebut menjadi wadah strategis bagi DPR RI dan negara-negara anggota OKI untuk memperluas agenda diplomasi dan hubungan internasional, dengan menekankan penyelesaian damai atas konflik berkepanjangan antara Pakistan dan India.

Delegasi Arab Saudi menyatakan dukungannya terhadap upaya penyelesaian konflik ini dan menekankan pentingnya persatuan di antara negara-negara Muslim sebagai kekuatan kolektif.

Mardani Ali Sera menegaskan bahwa kolaborasi antarparlemen OKI perlu diperkuat untuk menghadapi tantangan bersama umat Muslim dunia.

Ia juga menekankan bahwa PUIC harus memainkan peran moral dan politik dalam membangun dunia yang damai, adil, dan sejahtera, sejalan dengan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘aalamiin.

Pembahasan Strategis dalam Sidang PUIC

Sidang PUIC ke-19, yang berlangsung sejak (12/5), menghadirkan delegasi dari 37 parlemen negara anggota OKI.

Agenda utama mencakup pembahasan isu-isu strategis melalui enam Komite Tetap, yaitu Pemuda dan Perempuan, Palestina, Pembangunan Berkelanjutan, Minoritas Muslim, Urusan Politik, dan Urusan Kebudayaan.

Isu Pakistan-India secara khusus menjadi topik dalam Sidang Komite Eksekutif sebagai bagian dari upaya memperluas solidaritas dan koordinasi politik antarnegara Muslim.

Delegasi Iran dalam forum tersebut juga menyampaikan persetujuan terhadap berbagai inisiatif positif yang muncul, memperkuat konsensus untuk mendukung resolusi damai atas konflik regional, termasuk Pakistan-India.

Baca Juga:  Tiba di Pakistan, Prabowo Disambut Penampilan Angklung oleh Para WNI

Mardani menyambut baik seluruh masukan dari para delegasi dan menilai pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta institusi yang kuat dalam menguatkan ketahanan umat Islam menghadapi tantangan global.

Diplomasi Parlemen dan Deklarasi Jakarta

Melalui jalur diplomasi parlemen, DPR RI mendesak negara anggota PUIC agar mengambil tindakan konkret dalam merespons isu-isu krusial umat Muslim, termasuk konflik Pakistan-India.

Mardani juga menyerukan penguatan prinsip keadilan, amanah, dan akuntabilitas dalam pemerintahan negara-negara OKI.

Konferensi PUIC ke-19 juga menandai peringatan 25 tahun berdirinya PUIC. Dalam momentum ini, PUIC merumuskan sebuah resolusi akhir yang dikenal dengan Deklarasi Jakarta.

Dokumen ini merangkum komitmen kolektif terhadap pemerintahan antikorupsi, institusi yang kredibel, serta dukungan terhadap isu-isu utama seperti kemerdekaan Palestina, hak perempuan dan pemuda, perlindungan minoritas Muslim, serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Deklarasi ini akan mencakup komitmen bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang antikorupsi dan institusi yang dipercaya rakyat, serta dukungan terhadap isu-isu penting seperti kemerdekaan Palestina, afirmasi terhadap perempuan dan pemuda, perlindungan minoritas Muslim, pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta budaya yang menjunjung tinggi nilai peradaban,” jelas Mardani Ali Sera dalam Sidang Komite Eksekutif ke-53 PUIC yang digelar di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5).

Arah Baru Solidaritas Negara OKI

Tema utama konferensi tahun ini, “Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience,” mencerminkan urgensi dalam memperkuat struktur internal negara-negara Muslim.

Mardani menekankan bahwa meskipun sebagian besar anggota OKI adalah negara berkembang, reformasi institusional merupakan langkah penting menuju kemajuan dan kemampuan bertindak secara kolektif.

Dengan diplomasi dan hubungan internasional sebagai instrumen utama, PUIC 2025 menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama parlemen antarnegara OKI.

Baca Juga:  Antonio Guterres Bertemu Prabowo hingga Bermalam di Hambalang, Ini 5 Hal yang Dibahas

Upaya penyelesaian konflik Pakistan-India menjadi salah satu fokus strategis yang menunjukkan kapasitas forum ini dalam memainkan peran aktif membangun perdamaian regional dan global.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending