Connect with us

Politik

Seskab Teddy Bongkar Penyebab Banjir-Longsor Sumatra: Kerusakan Lingkungan Memperparah Bencana

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkap bahwa bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra tidak hanya dipicu oleh cuaca ekstrem, melainkan diperparah oleh kerusakan lingkungan.

Logompn

Published

on

Seskab teddy bongkar penyebab banjir longsor sumatra
Seskab Teddy Bongkar Penyebab Banjir-Longsor Sumatra | Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 4 Desember 2025 - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap bahwa bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra tidak hanya dipicu oleh cuaca ekstrem.

Ia menyebut bahwa bencana tersebut juga diperparah oleh kerusakan lingkungan.

“Jadi penyebab bencana ini jadi perhatian dan selain faktor cuaca yang ekstrem tentunya, ada faktor kerusakan lingkungan yang memperparah bencana,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (3/12).

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menelusuri faktor-faktor penyebab kerusakan lingkungan yang memperparah dampak banjir dan longsor.

“Dan seiring dengan evakuasi dan penanganan sebagai fokus utama pemerintah melakukan evaluasi dan investigasi secara menyeluruh terkait bencana ini,” lanjutnya.

Pemerintah Investigasi Dugaan Aktivitas Ilegal di Kawasan Hutan

Sebelumnya, Menko PMK Pratikno menyatakan bahwa pemerintah tengah menelusuri dugaan aktivitas ilegal yang menyebabkan gelondongan kayu terbawa arus banjir di wilayah terdampak.

“Saat ini Satgas Penertiban Kawasan Hutan sudah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu yang banyak terbawa arus banjir,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa investigasi dilakukan dengan menggunakan citra satelit untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran.

“Pemerintah terus menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran melalui analisis citra satelit,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memastikan penegakan hukum atas temuan gelondongan kayu saat banjir terjadi.

“Kami secara lisan sudah berkoordinasi dengan Menhut dan kami akan besok melaksanakan rapat untuk menurunkan tim gabungan untuk melakukan proses penyelidikan pendalaman proses yang terjadi,” kata Listyo.

Korban Jiwa dan Dampak Banjir-Longsor di Tiga Provinsi

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (4/12) pukul 17.19 WIB mencatat total korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 836 orang.

Baca Juga:  Gubernur Aceh Ungkap Kekecewaan Pada BNPB: Korban Minta Tolong Dibantu, Malah Lari

Sementara itu, 509 orang masih dinyatakan hilang dan 2.700 lainnya mengalami luka-luka.

Jika dirincikan per provinsi, BNPB mencatat korban meninggal di Aceh mencapai 325 orang dan 170 orang masih dilaporkan hilang.

Di Sumatra Barat, sebanyak 200 orang dilaporkan meninggal dan 212 orang hilang. Sedangkan di Sumatra Utara, korban meninggal dunia dilaporkan sebanyak 311 orang dan 127 lainnya masih hilang.

BNPB juga mencatat dampak kerusakan akibat banjir bandang, meliputi:

  • 536 fasilitas umum
  • 25 fasilitas kesehatan
  • 326 fasilitas pendidikan
  • 185 rumah ibadah
  • 115 gedung/kantor
  • 295 jembatan

(AKM/NID/RAD)

Trending