Politik
Tok! Indonesia-Australia Sepakat Teken Perjanjian Keamanan Baru
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menyatakan bahwa kedua negara telah menyelesaikan negosiasi soal perjanjian bilateral baru di bidang keamanan.
MPN Indonesia 13 November 2025 - Indonesia dan Australia menyepakati perjanjian bilateral baru di bidang keamanan pada Rabu (12/11) dalam pertemuan di Garden Island Naval Base, Australia.
Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bersama Presiden RI Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa kedua negara telah menyelesaikan negosiasi soal perjanjian tersebut.
“Pemerintah Australia dan Indonesia baru saja secara substantif menyelesaikan negosiasi mengenai perjanjian bilateral baru tentang keamanan bersama kita,” kata PM Albanese seperti yang dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Sekretariat Kabinet pada Kamis (13/11).
Perkuat Perjanjian yang Ada
Perjanjian baru ini merupakan perluasan kerja sama keamanan yang telah dibangun selama tiga dekade, saat pemerintahan PM Paul Keating dengan Presiden RI ke-2, Soeharto.
“Perjanjian ini akan memperkuat Treaty of Lombok tahun 2006 yang, antara lain, menegaskan kembali integritas teritorial dan kedaulatan Indonesia. Perjanjian ini juga memperkuat perjanjian kerja sama pertahanan yang kita tandatangani bersama tahun lalu,” kata PM Albanese.
Melalui perjanjian ini, Australia dan Indonesia akan mengadakan konsultasi rutin di tingkat pemimpin dan menteri untuk membahas berbagai isu keamanan.
Kedua negara juga akan mengidentifikasi serta melaksanakan kegiatan yang memberikan manfaat bersama.
“Perjanjian ini merupakan perluasan besar dari kerja sama keamanan dan pertahanan yang sudah ada. Ini menunjukkan bahwa hubungan kedua negara sekuat sebelumnya dan hal itu merupakan sesuatu yang sangat baik bagi kawasan kita,” kata PM Albanese.
Pertemuan Tertutup Sebelumnya
Sebelum kesepakatan tersebut diumumkan, Prabowo melakukan pertemuan tête-à-tête dengan PM Albanese di Kirribilli House, Sydney, sebagai bagian dari kunjungan kenegaraannya.
Pertemuan ini dilaksanakan dalam format tertutup dan berlangsung di ruang duduk resmi setelah seremoni penyambutan.
Pertemuan empat mata tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama bilateral dalam berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi dan pembangunan, hubungan antar masyarakat, pertahanan dan keamanan, serta kemaritiman.
Kedua pemimpin juga menekankan pentingnya stabilitas di kawasan Indo-Pasifik dan penguatan kapasitas industri strategis antara Indonesia dan Australia.
PM Australia Akan Melakukan Kunjungan Balasan
Diketahui, hubungan bilateral Indonesia dan Australia telah berkembang sejak penandatanganan Joint Declaration on Comprehensive Partnership pada 5 April 2005.
Kemudian pada 31 Agustus 2018, hubungan ini ditingkatkan menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini, PM Albanese menyampaikan rencananya untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada Januari tahun depan atas undangan Prabowo.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
