Connect with us

Politik

Ungkap Dana Mengendap Pemprov Jabar Rp2,6 Triliun, Dedi Mulyadi: Bukan Uang Simpanan Tapi Kas Daerah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah klaim Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soal dana simpanan Rp4,1 triliun. Ia menegaskan jumlahnya hanya Rp2,6 triliun berdasarkan data BI.

Logompn

Published

on

Ungkap dana mengendap pemprov jabar rp2,6 triliun, dedi mulyadi bukan uang simpanan tapi kas daerah
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@dedimulyadi71

Jawa Barat, MPN Indonesia 23 Oktober 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa dana simpanan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang tercatat di bank daerah per Rabu (15/10) hanya sebesar Rp2,6 triliun.

Pernyataan ini disampaikan Dedi untuk menanggapi klaim Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menyebut jumlah dana tersebut mencapai Rp4,1 triliun.

Dedi menyatakan, data sebesar Rp2,6 triliun itu bersumber dari laporan resmi Bank Indonesia (BI) yang diperbarui secara rutin dan juga dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

“Memang di tanggal 15 Oktober itu kan data BI itu dana kami Rp2,6 triliun, bukan Rp4,1 triliun,” ujar Dedi kepada wartawan di Gedung Kemdagri, Jakarta Pusat, Rabu (22/10).

Ia menegaskan bahwa dana tersebut bukanlah uang yang sengaja diendapkan, melainkan kas daerah yang disimpan di Bank BJB.

“Itu pun bukan uang simpanan, memang uang kas yang tersedia di kas daerah, kas daerahnya ada di BJB, dan kami tidak punya uang yang tersimpan di bank lain,” tegas Dedi.

Penjelasan Data dan Respons

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa seluruh laporan keuangan Pemprov Jawa Barat diperbarui secara harian ke Kemdagri.

Karena itu, ia mempertanyakan asal-usul data Rp4,1 triliun yang disampaikan oleh Menteri Keuangan.

“Kan laporan keuangan Pemprov tuh tiap hari kan update ke Mendagri. Sama. Makanya kan data dari BI ini sumber datanya dari mana gitu loh,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa angka Rp4,1 triliun yang ia sebutkan berasal dari sistem monitoring perbankan milik Bank Indonesia.

Sistem tersebut, menurutnya, juga digunakan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

“Data pemda sekian. Sepertinya data saya sama dengan data Pak Tito. Waktu saya ke Pak Tito kemarin kan pagi, Pak Tito jelaskan kan data di perbankan ada berapa. Angkanya mirip kok,” ungkap Purbaya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/10).

Baca Juga:  Viral! Event Lari di Bandung Bagi-bagi Bir, Pihak Komunitas Minta Maaf

Purbaya menambahkan bahwa data yang dimiliki Dedi kemungkinan hanya bersumber dari satu bank, yakni Bank Jawa Barat.

Ia juga membuka kemungkinan adanya kesalahan informasi dari jajaran bawahannya di Pemprov.

“Harusnya dia cari, kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia. Itu kan dari laporan perbankan kan,” kata Purbaya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa jika benar ditemukan adanya dana yang sengaja diendapkan, maka seluruh pejabat terkait akan diberhentikan dari jabatannya.

“Kalau benar kan saya dapat tambahan lagi tuh uang lebih kan. Tapi konsekuensinya seluruh pejabat saya, saya berhentikan,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN Studio Hadirkan Perjalanan MT Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia
Film2 minutes ago

MPN Studio Hadirkan Perjalanan M.T. Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita13 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga28 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita47 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita54 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi2 hours ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi4 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Trending