Connect with us

Teknologi

Heboh! Oracle dan Microsoft Rencanakan Ambil Alih TikTok

Microsoft dan Oracle dikabarkan tengah bersaing untuk mengambil alih TikTok. Simak selengkapnya di sini!

Miris! Perangkat Desa di Majalengka Lecehkan Bocah 4 Tahun hingga Depresi Berat

Published

on

By

Heboh! Oracle dan Microsoft Rencanakan Ambil Alih TikTok
Heboh! Oracle dan Microsoft Rencanakan Ambil Alih TikTok. Gambar: Fox Business

MPN Indonesia 31 Januari 2025 - Oracle dan Microsoft, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi TikTok, platform berbagi video yang populer secara global.

Kabar ini mencuat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa kedua perusahaan tersebut terlibat untuk mengambil alih TikTok, baik di AS maupun secara global.

Oracle, perusahaan teknologi yang dikenal dengan solusi database dan cloud, disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang paling serius dalam rencana akuisisi ini.

Menurut sumber yang dikutip oleh NPR, server-server buatan Oracle telah menjadi tulang punggung infrastruktur TikTok.

Jika perjanjian ini terlaksana, Oracle bahkan dapat memantau operasional TikTok secara lebih mendalam.

Tujuan utama dari perjanjian ini adalah untuk meminimalkan kepemilikan China atas TikTok, yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran bagi pemerintah AS.

Sementara itu, Microsoft, yang sebelumnya juga pernah mencoba mengakuisisi TikTok pada tahun 2020 bersama Oracle dan Walmart, kembali muncul sebagai calon pembeli potensial.

Donald Trump secara terbuka mengonfirmasi bahwa Microsoft sedang dalam pembicaraan untuk mengambil alih TikTok.

“Saya akan mengatakan ya,” ujar Trump saat ditanya tentang keterlibatan Microsoft.

Meskipun perusahaan itu menolak berkomentar lebih lanjut, pernyataan Trump semakin menguatkan spekulasi bahwa Microsoft serius dalam upaya akuisisi.

Keterlibatan Pemerintah AS dan Kepentingan Keamanan Nasional

Negosiasi akuisisi TikTok ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah AS.

Donald Trump sempat menangguhkan larangan terhadap TikTok selama 75 hari guna memberi waktu bagi pemerintahannya menemukan solusi alternatif.

Larangan ini awalnya diberlakukan karena kekhawatiran bahwa TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan China ByteDance, dapat digunakan untuk memata-matai warga AS dan memanipulasi wacana publik.

Baca Juga:  Whatsapp Bakal Luncurkan Fitur Username, Bisa Komunikasi Tanpa Bagikan Nomor HP

Namun, Trump kemudian menyebut bahwa kekhawatiran tersebut mungkin berlebihan.

“Mereka mengatakan bahwa aplikasi ini merupakan aplikasi mata-mata untuk Komunis China. Saya tahu itu. Tapi itu juga bisa dikatakan ke semua hal yang dibuat di China,” ujar Trump.

Ia bahkan menambahkan bahwa jika China benar-benar menggunakan TikTok untuk mengawasi warga AS, sasaran mereka hanyalah anak-anak muda yang suka melihat video-video viral di aplikasi tersebut.

ByteDance Tetap Memegang Saham Minoritas

Meskipun Oracle dan Microsoft berencana mengambil alih TikTok, ByteDance diperkirakan tetap akan memegang saham minoritas di platform tersebut.

Namun, kontrol atas algoritma TikTok, pengumpulan data, dan pembaruan perangkat lunak akan sepenuhnya dikelola oleh Oracle.

Langkah ini dianggap sebagai strategi untuk mengurangi pengaruh China dalam operasional TikTok, sekaligus memastikan bahwa data pengguna di AS tetap aman.

"Seorang penulis redaksi profesional yang berkomitmen pada keakuratan dan kredibilitas dalam setiap karya tulis. Berorientasi pada fakta dan didukung oleh analisis mendalam, selalu berupaya menghadirkan tulisan yang informatif, relevan, dan berkualitas tinggi untuk pembaca."

Trending