Teknologi
China Bangun “Otak Pintar” untuk Mesin Bor Terowongan
Tim Universitas Hunan dan China Railway Construction Heavy Industry mengembangkan sistem operasi cerdas untuk mesin bor terowongan di Tiongkok guna meningkatkan efisiensi, presisi, dan keamanan konstruksi bawah tanah.
MPN Indonesia 26 Januari 2026 - Sebuah tim dari Universitas Hunan bekerja sama dengan China Railway Construction Heavy Industry Co., Ltd telah mengembangkan sistem operasi cerdas untuk mesin bor terowongan (TBM) di Tiongkok tengah.
Inisiatif ini bertujuan meningkatkan efisiensi serta keamanan dalam pembangunan terowongan dengan memberikan mesin bor tersebut “otak pintar”.
Mesin bor terowongan, yang kerap dijuluki “naga-naga baja”, merupakan alat berukuran besar yang digunakan untuk menggali lorong bawah tanah.
Beroperasi dalam kondisi geologis yang kompleks, TBM sangat bergantung pada pengaturan yang tepat.
Dalam kondisi ini, operator manusia kerap kesulitan menyesuaikan pengaturan mesin secara akurat sehingga berpotensi menyebabkan insiden seperti longsor, penurunan tanah, atau hilangnya kendali.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Profesor Chen Renpeng dari Universitas Hunan memimpin penelitian guna mengembangkan sistem cerdas yang memungkinkan TBM untuk membaca kondisi tanah, memprediksi risiko, serta melakukan penyesuaian secara otomatis.
Sistem ini berfungsi sebagai pengawas konstruksi real-time yang terus mengumpulkan data dari sensor TBM, menganalisis kondisi geologi, memprediksi bahaya potensial, dan merekomendasikan parameter penggalian yang optimal.
Sistem Bor Terowongan
Sistem yang dikembangkan ini telah diterapkan pada proyek metro di Shanghai yang menggunakan mesin bor berdiameter sangat besar.
Dalam proyek tersebut, sistem cerdas ini mencatat akurasi pengambilan keputusan operasional lebih dari 90 persen dan menjaga penyimpangan arah penggalian dalam batas 30 milimeter.
Tingkat presisi ini disebut melebihi apa yang bisa dicapai dengan pengendalian manual.
“Dengan ‘otak pintar’ ini, kami dapat secara akurat memprediksi penurunan tanah dan posisi mesin, membantu menghindari risiko seperti runtuhnya permukaan sebelum terjadi. Alat ini juga memperingatkan jika mesin berisiko macet dan membuat keputusan cerdas untuk menjaga agar penggalian terowongan tetap lancar dan efisien,” ujar Profesor Zhang Chao, anggota tim peneliti, dikutip MPN Indonesia melalui Xinhua pada Senin (26/1).
Penerapan sistem ini juga dilakukan dalam proyek di Guangzhou, China selatan.
Hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi diagnosis kerusakan dan pemeliharaan sebesar 20 persen, peningkatan pemanfaatan peralatan sebesar 12 persen, serta peningkatan kemajuan bulanan sebesar 5 persen.
Perhimpunan Jalan Raya dan Transportasi Tiongkok telah mengidentifikasi inovasi ini sebagai teknologi kunci yang sangat penting untuk kemajuan industri konstruksi terowongan di negara tersebut.
Lebih lanjut, Chen menyatakan bahwa tim peneliti akan terus menyempurnakan teknologi ini dan memperluas penerapannya pada proyek-proyek yang lebih kompleks seperti terowongan lintas sungai dan bawah laut guna mendukung pengembangan infrastruktur bawah tanah China yang lebih aman dan cerdas.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
