Teknologi
Fantastis! Perusahaan Spanyol Luncurkan Sistem Navigasi Bulan
GMV Spanyol kembangkan LUPIN, sistem navigasi mirip GPS untuk Bulan guna mendukung misi eksplorasi ESA dan potensi kolonisasi Mars.
MPN Indonesia 12 Mei 2025 - Perusahaan teknologi asal Spanyol, GMV, sedang mengembangkan sistem navigasi mirip GPS untuk digunakan di Bulan.
Sistem ini bertujuan mempermudah eksplorasi permukaan Bulan, menjadikannya lebih intuitif seperti menggunakan Google Maps atau Waze di Bumi.
Sistem bernama LUPIN ini merupakan bagian dari proyek European Space Agency (ESA) yang fokus menguji teknologi navigasi Bulan.
GMV saat ini sedang melakukan uji coba teknologi tersebut di Fuerteventura, salah satu pulau di Kepulauan Kanaria, Spanyol.
Lokasi ini dipilih karena memiliki karakteristik permukaan yang menyerupai Bulan.
LUPIN memanfaatkan sinyal seperti GPS dari satelit yang mengorbit Bulan, memungkinkan kendaraan luar angkasa dan astronaut menemukan lokasi mereka secara akurat dan real time.
Tujuan utama sistem navigasi LUPIN adalah mengatasi keterbatasan komunikasi dan navigasi saat ini di Bulan.
Tanpa teknologi ini, navigasi harus mengandalkan perhitungan kompleks dan data dari Bumi yang lambat dan tidak akurat.
“Komunikasi bergantung pada pandangan langsung dari Bumi, atau menggunakan satelit relay yang ada di orbit Bulan, yang membuat zona bayangan komunikasi, dan latensi waktunya pun menghalangi pengambilan keputusan secara cepat,” tulis GMV dalam pernyataannya.
Sistem LUPIN untuk Mendukung Eksplorasi dan Kolonisasi Bulan
Program LUPIN dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif ESA untuk menghadirkan teknologi navigasi canggih yang memungkinkan eksplorasi lebih lanjut ke Bulan, dan bahkan Mars.
“Dengan software ini, kami membawa Eropa menjadi lebih dekat dalam membawa manusia ke Bulan, dan juga berpotensi menjadi batu loncatan untuk eksplorasi Mars, ataupun membawa manusia ke Mars,” kata Steven Kay, direktur proyek LUPIN, dikutip MPN Indonesia dari Reuters pada Senin (12/5).
Sistem ini juga dirancang untuk mengatasi keterbatasan pada daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau di permukaan Bulan.
GMV berencana menggabungkan kartografi Bulan yang sudah ada dengan data baru dari satelit untuk menutupi area “dark spot” seperti kutub selatan dan “far side” Bulan yang terus berada dalam bayangan.
Hal ini memungkinkan pemetaan yang lebih lengkap dan mendukung keberadaan manusia di Bulan.
“Kami ingin rover ini untuk memetakan permukaan Bulan secara cepat dan aman agar astronaut bisa kembali ke sana dalam beberapa tahun ke depan, bisa bekerja di sana, dan membuat markas permanen,” ujar Mariella Graziano, kepala strategi GMV.
Dengan demikian, LUPIN tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu navigasi, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur dan aktivitas permanen di Bulan.
Teknologi navigasi LUPIN dikembangkan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi saat melakukan misi luar angkasa.
Selama ini, navigasi di Bulan bergantung pada komunikasi langsung dengan Bumi yang tidak selalu memungkinkan.
Dengan memanfaatkan teknologi satelit yang mengorbit Bulan, LUPIN memungkinkan pelacakan lokasi secara instan dan akurat.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
