Connect with us

Teknologi

Saingi AS, China Kirim Tiga Astronot ke Bulan untuk Misi Shenzhou-23

China meluncurkan tiga astronot dalam misi Shenzhou-23 menuju stasiun luar angkasa Tiangong pada Minggu (24/5).

Logompn

Published

on

Saingi AS, China Kirim Tiga Astronot ke Bulan untuk Misi Shenzhou
Saingi AS, China Kirim Tiga Astronot ke Bulan untuk Misi Shenzhou-23. Gambar: Reuters/Maxim Shemetov

MPN Indonesia 27 Mei 2026 - China meluncurkan tiga astronot dalam misi Shenzhou-23 menuju stasiun luar angkasa Tiangong pada Minggu (24/5) dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, barat laut China.

Langkah ini menjadi ambisi Beijing untuk mengirim manusia ke bulan sebelum 2030 dan mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat dalam pengembangan program luar angkasa.

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, misi ini dipimpin Komandan Zhu Yangzhu dan untuk pertama kalinya melibatkan astronot asal Hong Kong Lai Ka-ying serta Zhang Zhiyuan.

Peluncuran dilakukan menggunakan roket Long March 2F/G dan beberapa jam kemudian wahana dilaporkan berhasil berlabuh dengan aman di modul inti Tianhe.

Rincian Kru Misi Shenzhou-23

Tim Shenzhou-23 terdiri dari Zhu Yangzhu (39), Zhang Zhiyuan (39), dan Lai Ka-ying (43).

Zhu merupakan astronot yang sebelumnya berpartisipasi dalam misi Shenzhou-16 pada 2023.

Zhang Zhiyuan adalah mantan pilot Angkatan Udara China yang menjalani penerbangan luar angkasa pertamanya.

Sementara itu, Lai Ka-ying sebelumnya bekerja sebagai anggota kepolisian di Hong Kong sebelum terpilih menjadi astronot.

Setelah lepas landas pada Minggu (24/5), Badan Antariksa Berawak China (CMSA) mengonfirmasi bahwa Shenzhou-23 berhasil melakukan docking dengan aman di modul inti Tianhe.

Agenda Misi Shenzhou-23

Kru dijadwalkan menjalankan berbagai proyek ilmiah di bidang ilmu hayati, ilmu material, fisika fluida, dan kedokteran antariksa.

Salah satu eksperimen utama dalam Shenzhou-23 adalah penugasan tinggal selama satu tahun penuh di orbit oleh satu astronot.

Langkah ini berbeda dari pola rotasi sebelumnya, di mana kru Tiangong umumnya tinggal selama enam bulan sebelum digantikan oleh kru berikutnya.

Profesor fisika dan astronomi Universitas Macquarie, Richard de Grijs, menjelaskan tantangan misi jangka panjang tersebut.

Baca Juga:  AS Soroti Pasar Mangga Dua soal Barang Bajakan

“Misi selama satu tahun di orbit membuat perangkat dan awak manusia harus beroperasi dalam kondisi yang berbeda dibandingkan misi-misi Shenzhou berdurasi lebih singkat pada tahap awal program ini,” katanya.

Ia juga menyebutkan tantangan biologis dan psikologis seperti penurunan kepadatan tulang, penyusutan otot, paparan radiasi, gangguan tidur, serta kelelahan perilaku.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending