Teknologi
Artemis II Berhasil Pulang ke Bumi usai 10 Hari Jalani Misi ke Bulan
Empat astronot dalam misi Artemis II milik NASA berhasil kembali ke Bumi setelah menyelesaikan perjalanan hampir 10 hari mengelilingi Bulan.
MPN Indonesia 12 April 2026 - Empat astronot dalam misi Artemis II milik NASA berhasil kembali ke Bumi setelah menyelesaikan perjalanan hampir 10 hari mengelilingi Bulan.
Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi NASA, kapsul Orion yang membawa para astronot mendarat dengan selamat melalui proses splashdown di Samudra Pasifik, lepas pantai California, pada Jumat (10/4) waktu setempat atau Sabtu (11/4) pagi.
Misi ini merupakan penerbangan berawak pertama NASA ke sekitar Bulan dalam lebih dari setengah abad.
Komandan Artemis II Reid Wiseman memastikan kondisi kru dalam keadaan baik setelah pendaratan.
“Sungguh perjalanan yang luar biasa. Kami dalam kondisi stabil. Empat anggota kru yang masih hijau,” kata Wiseman.
Empat astronot yang terlibat dalam misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (CSA).
Setelah kapsul Orion mendarat, tim gabungan NASA dan militer Amerika Serikat mengevakuasi para astronot menggunakan helikopter menuju kapal induk USS John P. Murtha untuk pemeriksaan medis awal.
“Reid, Victor, Christina, dan Jeremy, selamat datang kembali. NASA berterima kasih kepada Presiden Donald Trump dan para mitra di Kongres atas dukungan terhadap program Artemis,” ucap Administrator NASA Jared Isaacman.
Misi Artemis II Diluncurkan pada 1 April 2026
Misi Artemis II diluncurkan pada 1 April pukul 18.35 waktu setempat dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Antariksa Kennedy, Florida, menggunakan roket Space Launch System (SLS).
Dengan daya dorong 8,8 juta pound saat lepas landas, roket tersebut membawa pesawat ruang angkasa Orion menuju orbit dan kemudian ke lintasan menuju Bulan.
Dalam perjalanan ini, para astronot menempuh total jarak 694.481 mil, dengan jarak terjauh dari Bumi mencapai 252.756 mil, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai misi Apollo 13 pada 1970.
Kegiatan para Astronot Artemis II di Luar Angkasa
Pada hari pertama di luar angkasa, kru dan tim darat memeriksa seluruh sistem Orion yang diberi nama Integrity untuk memastikan kesiapan menuju Bulan.
Pada hari kedua, modul layanan Orion menyalakan mesin utama dan membawa pesawat melintas hingga 4.067 mil di atas permukaan Bulan pada titik terdekatnya.
Selama misi, NASA juga meluncurkan empat CubeSat milik mitra internasional ke orbit Bumi.
Para astronot melakukan berbagai pengujian, termasuk sistem pendukung kehidupan, pengendalian manual pesawat, prosedur darurat, serta evaluasi pakaian antariksa.
Mereka juga menjalankan eksperimen ilmiah, seperti penelitian AVATAR yang mempelajari respons jaringan manusia terhadap mikrogravitasi dan radiasi luar angkasa untuk mendukung misi jangka panjang di Bulan dan Mars.
Selama berada di ruang angkasa, para astronot Artemis II mengabadikan lebih dari 7.000 gambar permukaan Bulan, gerhana matahari, serta fenomena luar angkasa lainnya, termasuk galaksi Bima Sakti.
Mereka juga mendokumentasikan wilayah garis terminator Bulan, yaitu batas antara siang dan malam.
Proses Kembali ke Bumi
Tahap masuk kembali ke atmosfer merupakan salah satu fase paling kritis dalam misi luar angkasa.
Artemis II berhasil melewati tahap ini meskipun terdapat isu yang sebelumnya teridentifikasi pada perisai panas kapsul saat uji coba Artemis I pada 2022.
Masalah tersebut dipantau secara ketat oleh tim pengendali misi selama proses kembali ke Bumi.
Setelah splashdown, kapsul Orion mengembangkan tiga parasut untuk memperlambat laju sebelum mendarat di laut.
Para astronot kemudian berpindah ke rakit yang terpasang pada kapsul, yang disebut “teras depan”, sebelum dievakuasi dengan helikopter Angkatan Laut AS ke USS John P. Murtha. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 hingga 45 menit.
Dengan selesainya Artemis II, NASA memfokuskan upaya pada persiapan Artemis III, yang direncanakan untuk menguji operasi terintegrasi dengan wahana pendarat Bulan dan mengembalikan manusia ke permukaan Bulan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
