Connect with us

Teknologi

FIFA Pamer Teknologi Canggih di Piala Dunia 2026, Ada Chip di Bola hingga Robot Anjing

FIFA menghadirkan teknologi dan inovasi pada Piala Dunia 2026, mulai dari bola berchip, offside semi-otomatis, kamera wasit, hingga robot anjing.

Logompn

Published

on

FIFA Pamer Teknologi Canggih di Piala Dunia 2026, Ada Chip di Bola hingga Robot Anjing
FIFA Pamer Teknologi Canggih di Piala Dunia 2026, Ada Chip di Bola hingga Robot Anjing. Gambar: NBC Los Angeles

MPN Indonesia 13 Juni 2026 - FIFA memperkenalkan berbagai teknologi dan inovasi dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sejumlah inovasi yang disiapkan mencakup penggunaan chip pada bola, sistem offside semi-otomatis terbaru, hingga pemanfaatan robot anjing untuk keamanan.

Dalam penerapannya, FIFA menegaskan bahwa teknologi yang digunakan akan memberikan data secara real-time untuk membantu perangkat pertandingan.

“Teknologi ini mengirimkan data yang tepat ke sistem asisten wasit video (VAR) secara real-time, meningkatkan pengambilan keputusan para petugas pertandingan, termasuk terkait insiden offside,” bunyi pernyataan FIFA, dikutip MPN Indonesia melalui Al Jazeera pada Sabtu (13/6).

Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat keputusan di lapangan serta mengurangi potensi kesalahan dalam pertandingan Piala Dunia.

Selain itu, FIFA juga mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung visualisasi keputusan pertandingan.

“Avatar pemain 3D yang didukung AI mewakili perkembangan signifikan dalam teknologi offside semi-otomatis,” ujar FIFA.

Bola dengan Chip Sensor dan Sistem Pelacakan

Salah satu inovasi utama dalam Piala Dunia 2026 adalah penggunaan bola resmi bernama “Trionda” yang dilengkapi chip sensor unit pengukuran inersia (IMU).

Sensor ini mampu menangkap data hingga 500 kali per detik, termasuk percepatan dan pergerakan bola dalam tiga dimensi.

Teknologi tersebut membantu sistem VAR dalam menentukan berbagai keputusan seperti offside maupun sentuhan terakhir pemain sebelum bola keluar lapangan.

Kepala Penelitian & Standar FIFA, Nicolas Evans, menjelaskan bahwa sensor tersebut memberi tahu apa yang dilakukan bola dalam ruang 3D.

Baca Juga:  Australia Panggil 4 Pemain Debutan untuk Hadapi Timnas Indonesia

Selain itu, chip ini juga dapat mendeteksi pemain terakhir yang menyentuh bola, sehingga membantu keputusan terkait tendangan sudut atau bola keluar garis.

Teknologi Offside Semi-Otomatis Terbaru

FIFA memperbarui sistem offside semi-otomatis dengan peningkatan sensitivitas.

Jika sebelumnya sistem hanya memberi notifikasi ketika pemain berada lebih dari 50 cm dalam posisi offside, kini batas tersebut diperkecil menjadi 10 cm.

Asisten wasit akan menerima peringatan audio secara langsung melalui earphone, sehingga keputusan dapat diambil lebih cepat tanpa menunggu VAR.

Meski demikian, sistem ini hanya berlaku untuk offside posisi dan belum menangani situasi subjektif seperti gangguan terhadap lawan atau posisi pemain yang sangat tipis.

FIFA menyatakan sistem ini tetap memberikan keputusan akhir kepada wasit di lapangan, dengan dukungan mekanisme pengaman untuk meminimalkan kesalahan teknis.

Avatar 3D dan Pemindaian Pemain

FIFA menggandeng Lenovo untuk menerapkan teknologi avatar pemain berbasis kecerdasan buatan.

Melalui sistem ini, 1.248 pemain dari 48 negara peserta akan menjalani pemindaian digital dalam waktu sekitar satu detik guna membentuk model tiga dimensi yang akurat.

Avatar 3D tersebut nantinya digunakan untuk mendukung teknologi offside semi-otomatis sekaligus ditampilkan dalam siaran pertandingan.

Menurut FIFA, hasil pemindaian mampu merekam ukuran bagian tubuh pemain secara sangat presisi, sehingga sistem dapat melacak pergerakan mereka secara andal, termasuk saat bergerak cepat atau sebagian tubuh tertutup pemain lain.

Teknologi ini juga dimanfaatkan dalam animasi 3D agar keputusan wasit lebih mudah dipahami penonton.

Selain itu, fitur Real-time 3D Recreation dikembangkan untuk membantu menilai apakah posisi pemain mengganggu pandangan kiper dalam situasi offside, dengan menampilkan simulasi dari sudut pandang penjaga gawang.

Kamera Wasit dan Pengalaman Penonton

Seluruh 104 pertandingan dalam Piala Dunia 2026 juga akan menggunakan kamera tubuh wasit.

Baca Juga:  Siapa Ines Garcia? Ini Profil Pacar Lamine Yamal yang Tuai Sorotan

Teknologi ini memberikan sudut pandang langsung dari lapangan kepada penonton, sehingga meningkatkan pengalaman menonton secara lebih imersif.

Selain itu, integrasi data dan visualisasi 3D dalam siaran membuat keputusan pertandingan lebih mudah dipahami oleh publik secara global.

Robot Anjing untuk Keamanan

Dalam aspek keamanan, polisi di Meksiko akan menggunakan robot anjing berkaki empat untuk membantu pengawasan selama turnamen.

Robot ini dirancang untuk memasuki area berbahaya dan mengirimkan video secara langsung kepada petugas.

Robot-robot tersebut dibeli dengan nilai 2,5 juta peso (sekitar Rp2,5 miliar) oleh dewan kota Guadalupe di wilayah Monterrey.

Wali Kota Guadalupe, Hector Garcia, menyatakan bahwa robot akan dikerahkan jika terjadi perselisihan dan bertujuan untuk mendukung petugas polisi dengan intervensi awal dan untuk melindungi keselamatan fisik petugas.

Dengan berbagai penerapan teknologi dan inovasi global tersebut, FIFA menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai ajang penerapan teknologi dalam sepak bola, baik dari sisi pertandingan, penyiaran, hingga keamanan.

(AKM/NID/RAD)

Trending