Teknologi
Google Nekat Gaji Ahli AI Setahun Full Demi Hindari Lari Ke Pesaing
Deepmind, Google menggaji penuh karyawan AI hingga satu tahun meski tidak bekerja, demi mencegah mereka pindah ke pesaing.
MPN Indonesia 11 April 2025 - Google, melalui divisi kecerdasan buatannya miliknya, DeepMind, menerapkan kebijakan kontrak kerja non-kompetisi yang membayar penuh sejumlah karyawan AI (Artificial Intelligence) meskipun mereka tidak melakukan pekerjaan apa pun selama satu tahun.
Kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah mereka berpindah ke perusahaan pesaing di tengah persaingan ketat dalam industri kecerdasan buatan global.
Strategi Non-Kompetisi Google untuk Lindungi Talenta AI
Kebijakan dijalankan di tengah persaingan intens antara perusahaan-perusahaan besar seperti Google, OpenAI, dan Microsoft. Google, melalui DeepMind yang berbasis di Inggris, menggunakan klausul non-kompetisi yang mencegah karyawan mereka untuk bekerja di perusahaan pesaing selama periode hingga satu tahun.
Dalam periode tersebut, karyawan tetap menerima gaji penuh meskipun tidak memiliki tanggung jawab kerja aktif.
Perusahaan menganggap langkah ini sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan bisnisnya.
Seorang juru bicara Google menyatakan, “Kontrak kerja kami sejalan dengan standar pasar. Mengingat sensitivitas pekerjaan kami, kami menggunakan klausul itu untuk melindungi kepentingan perusahaan.” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari Business Insider pada Kamis (11/4).
Implikasi Terhadap Karyawan dan Talenta Industri
Kebijakan ini menimbulkan dampak beragam terhadap para karyawan. Beberapa di antara mereka menyatakan bahwa meskipun digaji penuh, mereka merasa tertinggal dari perkembangan pesat kecerdasan buatan.
Seorang eks karyawan DeepMind bahkan menyebut praktik tersebut sebagai bentuk “Penyalahgunaan kekuasaan,” dan mempertimbangkan pindah ke California, Amerika Serikat, untuk menghindari kontrak tersebut.
Karyawan yang terkena dampak kebijakan ini tidak dapat bergabung dengan perusahaan lain atau berkontribusi secara aktif dalam proyek-proyek AI baru selama masa kontrak non-kompetisi berlaku.
Hal ini memicu kekhawatiran bahwa banyak sumber daya manusia unggul menjadi tidak terserap oleh industri karena harus menunggu masa kontrak berakhir selama enam bulan hingga satu tahun.
Salah satu pejabat Microsoft juga mengungkapkan di platform X bahwa banyak staf DeepMind yang menghubunginya setiap minggu untuk mencari cara keluar dari klausul tersebut.
“Setiap minggu salah satu dari Anda menghubungi saya dengan putus asa untuk menanyakan cara menghindari masa pemberitahuan dan perjanjian nonkompetisi,” tulis Nando de Freitas dari X pribadinya, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (11/4).
Dear @GoogDeepMind ers, First, congrats on the new impressive models.
— Nando de Freitas (@NandoDF) March 26, 2025
Every week one of you reaches out to me in despair to ask me how to escape your notice periods and noncompetes. Also asking me for a job because your manager has explained this is the way to get promoted, but…
Mereka juga mencari peluang kerja baru karena merasa langkah itu menjadi satu-satunya jalan untuk mendapatkan promosi di tempat kerja mereka.
Perbedaan Regulasi Antar Negara
Klausul non-kompetisi yang diterapkan Google berlaku secara sah di Inggris selama dianggap wajar untuk melindungi bisnis. Namun, situasi berbeda terjadi di Amerika Serikat. Peraturan tentang non-kompetisi bervariasi antar negara bagian.
Di California, tempat kantor pusat Google berada, kebijakan semacam ini tidak diberlakukan, sehingga banyak karyawan mempertimbangkan pindah ke wilayah tersebut demi menghindari ikatan kontrak yang membatasi.
Meski kontroversial, Google tetap mempertahankan kebijakan ini sebagai bagian dari strategi mempertahankan dominasi dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Dengan mempertahankan talenta internal dan mencegah mereka pindah ke pesaing, Google berharap dapat menjaga posisi kompetitifnya di tengah perkembangan AI yang sangat cepat.
Upaya Google Mengatasi Ketatnya Persaingan AI
Langkah Google menunjukkan betapa seriusnya perusahaan dalam menghadapi persaingan di sektor kecerdasan buatan.
Dalam upaya mempertahankan posisi terdepan dalam inovasi teknologi AI, Google bersedia mengalokasikan dana besar untuk menggaji karyawan meskipun tidak terlibat langsung dalam pekerjaan selama masa kontrak non-kompetisi.
Besaran gaji yang diterima oleh karyawan dalam masa ini bervariasi tergantung pada tingkat senioritas dan peran mereka dalam perusahaan.
Namun demikian, kebijakan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas dan etika dari pendekatan seperti ini dalam membina inovasi dan mobilitas talenta dalam industri teknologi.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
