Connect with us

Teknologi

Hati-Hati! 15 Aplikasi di Google Play Store Terindikasi Curi Data M-Banking, Ini Daftarnya

15 aplikasi berbahaya ditemukan di Google Play Store dan telah diunduh jutaan kali.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 29t131651.632
15 Aplikasi di Google Play Store Terindikasi Curi Data M-Banking | Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 29 April 2025 - Sebanyak 15 aplikasi berbahaya ditemukan beredar di Google Play Store dan telah diunduh jutaan kali oleh pengguna di seluruh dunia.

Temuan ini dilaporkan oleh Tom’s Guide dan diperkuat oleh laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber McAfee.

Diskominfo Kabupaten Gresik juga telah merilis daftar nama aplikasi tersebut melalui akun Instagram resminya.

“WASPADA! 15 Aplikasi di Google Play Store Diduga Curi Data M-Banking!,” tulis Diskominfo Kabupaten Gresik, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @kominfogresik, Senin (29/4). 

Daftar Aplikasi Berbahaya di Google Play Store

Berikut daftar 15 aplikasi yang teridentifikasi sebagai berbahaya dan wajib diwaspadai oleh pengguna Google Play Store:

  • Préstamo Seguro-Rápido, Seguro (1 juta download)
  • Préstamo Rápido-Credit Easy (1 juta download)
  • Get Baht Easily – Quick Loan (1 juta download)
  • RupiahKilat-Dana Cair (1 juta download)
  • Borrow Happil – Loan (1 juta download)
  • Happy Money (1 juta download)
  • KreditKu – Uang Online (500.000 download)
  • Dana Kilat – Pinjaman Kecil (500.000 download)
  • Cash Loan-Vay tiền (500.000 download)
  • RapidFinance (100.000 download)
  • PrêtPourVous (100.000 download)
  • Huayna Money – Préstamo Rápido (100.000 download)
  • IPréstamos: Rápido Crédito (100.000 download)
  • ConseguirSol–Dinero Rápido (100.000 download)
  • ÉcoPrêt Prêt En Ligne (100.000 download)

Modus Kejahatan

Dalam laporan terbarunya, McAfee mengungkapkan bahwa aplikasi-aplikasi ini telah diinstal lebih dari 8 juta kali.

Aplikasi tersebut kerap meniru tampilan aplikasi keuangan resmi dan dipromosikan melalui iklan media sosial.

Dengan tampilan yang meyakinkan, pengguna tertipu untuk mengunduh dan memberikan akses data pribadi mereka.

Setelah mendapatkan akses, pelaku kejahatan siber menggunakan informasi rekening bank untuk menguras saldo, termasuk yang tersimpan di aplikasi m-banking.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Tangkap Dua Orang Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Untung hingga Rp25 Miliar

Modus lainnya adalah menawarkan pinjaman online dengan bunga rendah untuk menarik lebih banyak korban.

Setelah data korban terkumpul, mereka justru dikenakan bunga tinggi dan menghadapi metode penagihan yang kasar serta mengancam.

Kejahatan ini dilaporkan banyak terjadi di kawasan Amerika Selatan, Asia Selatan, dan Afrika.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending