Connect with us

Teknologi

CEO Intel Umumkan Layoff dan Wajibkan WFO

CEO baru Intel, Lip-Bu Tan, umumkan rencana pemangkasan besar tenaga kerja dan pengetatan kebijakan wajib kerja di kantor (WFO).

Logompn

Published

on

Ceo intel umumkan layoff dan wajibkan wfo
Intel umumkan pemangkasan besar-besaran tenaga kerja dan pengetatan kebijakan WFO di bawah kepemimpinan CEO baru. Gambar : Dok. Intel

MPN Indonesia 29 April 2025 - Intel Corp., perusahaan teknologi berbasis di Santa Clara, mengumumkan pada (28/4) bahwa mereka akan melakukan pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran dan menerapkan kebijakan wajib kembali ke kantor (WFO) yang lebih ketat. 

Langkah ini diambil oleh CEO baru, Lip-Bu Tan, yang resmi menjabat sejak (18/3), untuk merampingkan operasi perusahaan di tengah tantangan pasar dan penurunan penjualan.

Pemangkasan Besar-Besaran Tenaga Kerja Intel

Intel mengonfirmasi bahwa pemangkasan tenaga kerja global akan dilakukan secara substansial mulai kuartal kedua tahun ini dan akan “bergerak secepat mungkin” dalam beberapa bulan ke depan. 

“Tidak ada jalan lain selain fakta bahwa perubahan kritis ini akan mengurangi ukuran tenaga kerja kita,” tulis Lip-Bu Tan dalam memo kepada karyawan, dikutip MPN Indonesia dari Techradar.

“Saya percaya bahwa pemimpin terbaik adalah yang paling banyak menyelesaikan pekerjaan dengan jumlah orang paling sedikit,” tambahnya.

Langkah ini muncul setelah pemangkasan 15.000 karyawan pada Agustus 2024. Intel tercatat memiliki 108.900 karyawan pada akhir tahun lalu, turun dari 124.800 karyawan pada tahun sebelumnya. 

Meskipun jumlah pasti karyawan yang akan terkena dampak belum diungkapkan, Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa pengurangan bisa mencapai lebih dari 20% dari total tenaga kerja.

Lip-Bu Tan juga mengkritik struktur hierarki perusahaan yang dianggap terlalu rumit dan memperlambat kinerja tim. 

“Kita dipandang terlalu lambat, terlalu kompleks, dan terlalu kaku dan kita perlu berubah,” ungkap Lip-Bu Tan, mencerminkan pandangan para pelanggan Intel. 

Lip-Bu Tan menegaskan perlunya “meratakan organisasi” dan mengurangi “kompleksitas organisasi” yang berlebihan.

Baca Juga:  Wow! Ternyata Segini Gaji Pakar AI, Tembus Triliunan

Pengetatan Kebijakan WFO di Intel

Selain pemangkasan karyawan, Lip-Bu Tan juga mengumumkan pembaruan kebijakan WFO yang akan diberlakukan mulai (1/9/2025). 

Saat ini, banyak karyawan menerapkan kebijakan kerja di kantor tiga hari dalam seminggu, namun tingkat kepatuhan yang “tidak merata” mendorong Intel untuk memperketat aturan menjadi empat hari kerja di kantor setiap minggu.

Dalam surat terbukanya, Lip-Bu Tan mengatakan, “Terlalu banyak waktu berharga yang terbuang.” 

Lip-Bu Tan memerintahkan para pemimpin tim untuk menghilangkan pertemuan yang tidak perlu dan mengurangi jumlah peserta rapat secara signifikan. 

“Kita perlu menyederhanakan secara radikal untuk memaksimalkan waktu yang dihabiskan untuk fokus pada pelanggan kita,” lanjutnya.

Langkah Restrukturisasi dan Fokus Bisnis Intel

Sebagai bagian dari upaya restrukturisasi, Intel juga berencana mendivestasikan unit-unit bisnis non-inti. Baru-baru ini, perusahaan menjual 51% saham di unit chip yang dapat diprogram, Altera, kepada Silver Lake Management. 

Hal ini merupakan bagian dari fokus baru Intel untuk berinvestasi dalam produk-produk yang lebih kompetitif, khususnya di tengah persaingan ketat di pasar chip kecerdasan buatan (AI) dengan perusahaan seperti Nvidia.

Dalam laporan keuangannya, Intel mencatatkan pendapatan sebesar $12,7 miliar untuk kuartal yang berakhir pada (31/3), angka yang tetap dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Namun, kerugian perusahaan meningkat menjadi $821 juta dibandingkan dengan kerugian $437 juta pada tahun 2024.

“Saya mengambil tindakan cepat untuk mendorong eksekusi yang lebih baik dan efisiensi operasional sambil memberdayakan para insinyur kami untuk menciptakan produk-produk hebat,” tegas Lip-Bu Tan.

(AKM/NID/RAD)

Trending