Connect with us

Teknologi

Menkomdigi Pastikan Sinyal di Wilayah Sumatra Pulih 90 Persen

Pemulihan jaringan telekomunikasi di Sumatra Barat dan Sumatra Utara terus menunjukkan perkembangan signifikan. Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan lebih dari 90 persen menara telah kembali beroperasi, disertai percepatan perbaikan listrik dan dukungan operator seluler.

Logompn

Published

on

Menkomdigi pastikan sinyal di wilayah sumatra pulih 90 persen
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam rapat koordinasi bersama para operator seluler di Medan, Senin (1/12). Gambar : Dok. Komdigi

MPN Indonesia 3 Desember 2025 - Pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid memastikan bahwa lebih dari 90 persen menara pemancar di Sumatra Barat dan Sumatra Utara telah kembali beroperasi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama para operator seluler di Medan, Senin (1/12).

Meutya Hafid menjelaskan bahwa berdasarkan laporan operator seluler, pemulihan jaringan di Sumatra Barat telah mencapai 95 persen, sementara Sumatra Utara mencapai 90 persen.

“Para operator seluler melaporkan, di Sumbar sudah 95 persen pulih dan Sumut 90 persen. Untuk Aceh, kendala listrik masih menyebabkan sekitar 60 persen menara tidak beroperasi. Pemerintah bersama operator dan PLN terus bekerja agar layanan segera normal kembali,” ujar Meutya dalam siaran pers, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi komdigi.go.id, Rabu (3/12).

Langkah percepatan pemulihan dilakukan agar masyarakat dapat kembali berkomunikasi dan mengakses informasi penting secara cepat.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemulihan listrik serta melibatkan TNI dalam pengiriman material perbaikan menuju wilayah yang sulit dijangkau.

Kondisi Menara Telekomunikasi di Tiga Provinsi

Hingga Senin (1/12) pukul 00.00 WIB, tercatat 2.804 menara pemancar mengalami gangguan di tiga provinsi terdampak.

Di Aceh terdapat 1.969 menara yang terganggu. Di Sumatra Utara tercatat 681 menara, sementara di Sumatra Barat terdapat 154 menara.

Kondisi di Aceh menjadi yang paling berat karena pasokan listrik belum stabil. Sekitar 60 persen menara belum dapat beroperasi.

Pemulihan ditargetkan meningkat signifikan dalam empat hari ke depan seiring percepatan perbaikan dari PLN.

Baca Juga:  Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Aturan akibat Bencana di Sumatra

Dukungan dan Tindak Lanjut Operator

Selain upaya teknis di lapangan, Meutya Hafid mengapresiasi langkah operator seluler yang memberikan dukungan langsung bagi pengguna terdampak.

Bentuk dukungan tersebut meliputi pemberian diskon tarif dan perpanjangan masa aktif kartu.

Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan mengakses kanal resmi pemerintah untuk memperoleh informasi terkait penanganan bencana.

Rapat Koordinasi di Medan

Rapat koordinasi yang digelar di Balai Monitoring Frekuensi Kota Medan dipimpin langsung oleh Menkomdigi.

Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan lembaga dan perwakilan sektor komunikasi dan penyiaran, termasuk Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Direktur Utama PT Telkomsel, Direktur & Chief Regulatory Officer XL Axiata, Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo, perwakilan Starlink Indonesia, PT Pos Indonesia, RRI, TVRI, dan ANTARA, serta pemerintah daerah terdampak.

Menkomdigi turut didampingi oleh Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto dan Direktur Utama BAKTI Fadhilah Mathar.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending