Connect with us

Teknologi

NASA Perkirakan Peluang Asteroid 2024 Yr4 Menabrak Bumi Meningkat 3,1 Persen

NASA memperkirakan asteroid 2024 YR4 berpotensi menabrak Bumi pada 22 Desember 2032 dengan peluang tabrakan mencapai 3,1 persen.

Miris! Perangkat Desa di Majalengka Lecehkan Bocah 4 Tahun hingga Depresi Berat

Published

on

By

Nasa Perkirakan Peluang Asteroid 2024 Yr4 Menabrak Bumi Meningkat 3,1 Persen
NASA Perkirakan Peluang Asteroid 2024 Yr4 Menabrak Bumi Meningkat 3,1 Persen. Gambar: Marca.com

MPN Indonesia 20 Februari 2025 - Dilansir dari NASA Blogs, NASA baru-baru ini memperbarui perkiraan kemungkinan asteroid 2024 YR4 menabrak Bumi pada 22 Desember 2032.

Peluang tabrakan kini mencapai 3,1 persen atau sekitar 1 banding 32, meningkat dari perkiraan sebelumnya.

Center for Near Earth Object Studies (CNEOS), bagian dari NASA yang mengawasi objek dekat Bumi, terus memantau pergerakan asteroid ini untuk menilai tingkat risikonya lebih lanjut.

Perubahan Perkiraan Peluang Tabrakan Asteroid 2024 YR4

NASA telah beberapa kali memperbarui peluang tabrakan asteroid 2024 YR4 sejak pertama kali ditemukan melalui proyek Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) di Rio Hurtado, Chile, pada tahun lalu.

Awalnya, pada 28 Januari, peluang tabrakan asteroid ini diperkirakan sebesar 1,2 persen atau sekitar 1 banding 83.

Kemudian, pada 7 Februari, angkanya naik menjadi 2,3 persen, lalu meningkat kembali menjadi 2,6 persen, hingga akhirnya mencapai 3,1 persen pada pertengahan Februari.

Peningkatan probabilitas ini bukanlah hal yang tidak biasa dalam pemantauan asteroid.

Menurut ilmuwan dari Planetary Society, Bruce Betts, semakin banyak data yang dikumpulkan dari pengamatan akan membantu menyempurnakan perhitungan lintasan asteroid.

Dalam banyak kasus, probabilitas awal yang tinggi dapat menurun secara bertahap seiring dengan meningkatnya keakuratan model orbit asteroid.

Dampak Potensial Jika Asteroid 2024 YR4 Menabrak Bumi

Dilansir dari NASA Science, Asteroid 2024 YR4 diperkirakan memiliki diameter sekitar 40 hingga 90 meter.

Jika tabrakan benar-benar terjadi, dampaknya akan bergantung pada ukuran, komposisi, dan kecepatan asteroid saat memasuki atmosfer Bumi.

Baca Juga:  Gerhana Matahari 12 Agustus 2026: Ini Wilayah yang Bisa Menyaksikannya

Berdasarkan perhitungan, energi yang dilepaskan dari tumbukan asteroid ini bisa mencapai 8 megaton TNT—lebih dari 500 kali kekuatan bom atom Hiroshima.

Meskipun tidak cukup besar untuk memusnahkan peradaban, asteroid ini berpotensi menghancurkan sebuah kota besar, serupa dengan kejadian tumbukan asteroid di Sungai Podkamennaya Tunguska, Rusia, pada 1908.

Peristiwa Tunguska meluluhlantakkan area hutan seluas 2.150 kilometer persegi akibat asteroid berdiameter 50 hingga 80 meter yang meledak di atmosfer dengan kecepatan 15 hingga 30 kilometer per detik.

Kemungkinan Asteroid Jatuh ke Bulan atau Lokasi Lain

Di tengah meningkatnya probabilitas tabrakan, ilmuwan NASA juga mempertimbangkan skenario lain, yakni kemungkinan asteroid 2024 YR4 justru menghantam Bulan.

Menurut peneliti dari Catalina Sky Survey NASA, David Rankin, tabrakan dengan Bulan dapat menyebabkan pecahan asteroid berhamburan ke luar angkasa, dengan sebagian kecil kemungkinan jatuh ke Bumi.

Namun, dampaknya diperkirakan tidak signifikan, karena sebagian besar material akan terbakar saat memasuki atmosfer.

Jika asteroid ini tetap berada dalam jalur yang mengarah ke Bumi, para ilmuwan telah memetakan “koridor risiko” yang mencakup wilayah di sepanjang Amerika Selatan bagian utara, Samudra Pasifik, Asia Selatan, Laut Arab, dan Afrika.

Negara-negara yang berpotensi terdampak meliputi Ethiopia, Sudan, Bangladesh, India, Pakistan, Ekuador, Kolombia, Venezuela, dan Nigeria.

Langkah NASA dalam Mengamati Asteroid 2024 YR4

NASA telah mengerahkan teleskop antariksa James Webb untuk mempelajari asteroid 2024 YR4 lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan teknologi canggihnya, teleskop ini diharapkan dapat memberikan data lebih akurat mengenai ukuran, komposisi, serta kemungkinan perubahan orbit asteroid.

Sementara itu, asteroid ini saat ini sedang bergerak menjauh dari Bumi dan diperkirakan akan menghilang dari pandangan pada bulan April.

Baca Juga:  Dua Astronot NASA Kembali ke Bumi Setelah 9 Bulan Terlantar di Luar Angkasa

Namun, pada tahun 2028, asteroid ini akan kembali mendekat, memberikan kesempatan bagi para astronom untuk melakukan pengamatan lebih rinci dan menyempurnakan prediksi orbitnya.

Dengan terus bertambahnya data dan model pemantauan yang lebih akurat, peluang asteroid 2024 YR4 menabrak Bumi bisa saja menurun hingga nol dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, hingga saat ini, asteroid ini tetap menjadi salah satu objek luar angkasa dengan risiko tabrakan terbesar yang sedang dipantau oleh NASA.

(ADN/NID/RAD)

"Seorang penulis redaksi profesional yang berkomitmen pada keakuratan dan kredibilitas dalam setiap karya tulis. Berorientasi pada fakta dan didukung oleh analisis mendalam, selalu berupaya menghadirkan tulisan yang informatif, relevan, dan berkualitas tinggi untuk pembaca."

Trending