Teknologi
Perusahaan Teknologi Nvidia Rilis Otak Robot Jetson AGX Thor Seharga Rp56 Juta
Nvidia meluncurkan chip robotika yang diperkenalkan sebagai otak robot bernama Jetson AGX Thor dan dijual seharga Rp56 juta.
MPN Indonesia 29 Agustus 2025 - Nvidia, perusahaan teknologi global terkemuka, meluncurkan chip robotika terbaru yang diperkenalkan sebagai otak robot bernama Jetson AGX Thor dan dijual seharga USD 3.499 atau sekitar Rp56 juta sebagai kit pengembang.
Modul ini dirancang untuk mendukung pembuatan prototipe robot dan digunakan oleh perusahaan dalam mengembangkan produk robotika berbasis teknologi canggih.
Setelah tahap pengembangan menggunakan kit ini, Nvidia juga akan menyediakan versi produksi bernama Thor T5000. Modul ini dapat langsung dipasang pada robot siap produksi.
Jetson AGX Thor menjadi salah satu langkah strategis Nvidia dalam memperluas portofolio di luar sektor kecerdasan buatan (AI), yang selama dua tahun terakhir mendorong kenaikan pendapatan perusahaan lebih dari tiga kali lipat.
Jetson AGX Thor: Chip Robotika Berbasis Teknologi Blackwell
Jetson AGX Thor didesain menggunakan prosesor grafis generasi terbaru Nvidia, yaitu Blackwell.
Teknologi ini sama dengan yang digunakan dalam chip AI dan juga untuk kebutuhan gaming komputer.
Performa Jetson Thor diklaim 7,5 kali lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya, serta dilengkapi memori sebesar 128GB untuk mendukung model AI besar.
Chip ini memungkinkan pengguna menjalankan model AI generatif, termasuk model bahasa besar (large language model) dan model visual yang penting bagi robot humanoid untuk menafsirkan kondisi lingkungan sekitar secara real-time.
Dukungan Nvidia terhadap Ekosistem Robotika dan Inovasi Global
Dukungan Nvidia terhadap ekosistem robotika semakin meluas dengan digunakannya Jetson AGX Thor oleh perusahaan besar seperti Agility Robotics, Amazon, Meta, hingga Boston Dynamics.
Selain itu, Nvidia juga berinvestasi di sejumlah perusahaan robotika, salah satunya Field AI.
Meski begitu, Wakil Presiden Robotika dan AI Edge Nvidia, Deepu Talla, menegaskan bahwa fokus perusahaan bukan membuat robot atau mobil, melainkan menyediakan infrastruktur komputasi dan perangkat lunak yang memberdayakan berbagai industri.
“Kami tak membuat robot, kami tidak membuat mobil, tetapi kami memberdayakan seluruh industri dengan komputer infrastruktur dan software terkait,” katanya dikutip MPN Indonesia dari laman CNBC pada Jumat (29/8).
Untuk memperkuat strategi tersebut, Nvidia baru-baru ini menggabungkan divisi otomotif dan robotika ke dalam satu lini produk. Unit ini mencatat pendapatan USD 567 juta pada Mei lalu, tumbuh 72% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya terbatas pada robotika, chip Jetson Thor juga dirancang untuk kendaraan otonom, termasuk merek-merek asal China yang menjadi pasar penting dalam pengembangan teknologi dan inovasi global.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
