Connect with us

Teknologi

Punya Harta Rp278 Triliun, Pendiri Telegram Pavel Durov Pakai Ponsel Rusak Rp5 Jutaan

Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, menggunakan ponsel rusak seharga Rp5 jutaan meski memiliki kekayaan mencapai lebih dari Rp278 triliun.

Logompn

Published

on

Punya harta rp278 triliun, pendiri telegram pavel durov pakai ponsel rusak rp5 jutaan
Punya Harta Rp278 Triliun, Pendiri Telegram Pavel Durov Pakai Ponsel Rusak Rp5 Jutaan | Gambar: Instagram/@durov

MPN Indonesia 13 Agustus 2025 - Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, diketahui menggunakan ponsel rusak seharga Rp5 jutaan meski memiliki kekayaan mencapai lebih dari Rp278 triliun, menurut laporan Forbes.

Dalam unggahan di akun Telegram resminya, Durov mengungkap bahwa selama dua tahun terakhir ia menggunakan Samsung Galaxy A52 sebagai perangkat utamanya.

Padahal, casing ponsel tersebut telah rusak akibat suhu panas di Dubai, tempat kantor pusat Telegram berada.

Alasan Pakai Ponsel Samsung

Galaxy A52 yang digunakan Durov merupakan ponsel kelas menengah dengan harga baru sekitar Rp5 juta.

Ia menyatakan bahwa pemilihan ponsel tersebut didasarkan pada pertimbangan untuk memahami pengalaman pengguna Telegram.

“Aku telah menggunakan Samsung seharga USD 180 ini sebagai perangkat utamaku selama dua tahun terakhir. Aku memilihnya karena ini adalah salah satu ponsel yang paling banyak digunakan di kalangan pengguna Telegram,” tulis Durov, dikutip MPN Indonesia dari Gagadget, Rabu (13/8).

“Tapi sepertinya aku akan segera mengganti ponselku,” tambahnya.

Gaya Hidup Sederhana

Meski memiliki harta yang berlimpah, Durov dikenal menjalani kehidupan yang sederhana dan menjauhi gaya hidup mewah.

Ia kerap tampil dalam balutan kaus berwarna gelap dan tidak memperlihatkan simbol kekayaan yang berlebihan.

Pada ulang tahunnya ke-33 pada 2017, Durov pernah membagikan daftar kebiasaan duniawi yang telah ia tinggalkan demi menjaga keseimbangan fisik, mental, dan spiritual.

Kebiasaan yang ditinggalkannya meliputi alkohol, nikotin, narkoba, gula, televisi, kafein, dan makanan cepat saji.

Siapa Pavel Durov?

Dikutip MPN Indonesia dari bitcoinwiki.org, Pavel Durov lahir pada 1984 di Leningrad (sekarang St. Petersburg).

Baca Juga:  Jokowi Berikan Bonus Besar untuk Atlet Berprestasi di Olimpiade Paris 2024

Ia menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Saint Petersburg pada 2006 dan mulai menekuni bidang pemrograman.

Pada 2007, bersama kakaknya Nikolay, Durov mendirikan VKontakte, media sosial terbesar di Rusia saat itu.

Setelah berselisih dengan otoritas Rusia pada 2011 karena menolak menghapus laman milik tokoh oposisi, Durov meninggalkan negaranya.

Ia kemudian memperoleh kewarganegaraan Saint Kitts and Nevis setelah menyumbang USD 250.000 ke Sugar Industry Diversification Foundation dan memindahkan aset senilai USD 300 juta ke bank-bank di Swiss.

Telegram, yang diluncurkan pada 2013, kini memiliki lebih dari 950 juta pengguna global hingga Juli 2024 dan digunakan luas di berbagai negara, termasuk Rusia, Ukraina, dan Indonesia.

Enggan Dikendalikan Pemerintah

Durov menegaskan bahwa Telegram tidak berada di bawah kendali pemerintah mana pun. Ia menyebut tuduhan bahwa Telegram dikendalikan Rusia sebagai rumor palsu dari pesaing.

“Aku lebih suka bebas daripada menerima perintah dari siapa pun,” kata Durov tentang kepergiannya dari Rusia.

Ia juga mengaku meninggalkan Amerika Serikat karena merasa birokrasi di sana menghambat perekrutan talenta dan karena mengalami percobaan pencurian saat berada di San Francisco.

Menurutnya, badan-badan keamanan AS seperti FBI sempat berupaya merekrut karyawan Telegram untuk menemukan celah keamanan di platform tersebut.

Durov menyebut Uni Emirat Arab sebagai lokasi terbaik untuk Telegram karena negara tersebut bersifat netral dan tidak berpihak pada negara adidaya mana pun.

Beri Warisan ke 100 Anak

Dalam wawancara dengan majalah Le Point, Durov menyampaikan bahwa ia telah menyusun surat wasiat untuk membagi seluruh kekayaannya kepada lebih dari 100 anak.

Enam anak berasal dari tiga perempuan berbeda, sementara puluhan lainnya lahir melalui program donor sperma.

Baca Juga:  Seskab Teddy Buka Suara soal Biaya Lawatan Prabowo ke Luar Negeri

Durov menegaskan bahwa semua anaknya akan mendapat hak warisan yang sama.

“Mereka semua adalah anak-anakku dan berhak menerima bagian yang sama. Aku tidak ingin terjadi perebutan setelah aku tiada,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending