Connect with us

Teknologi

Setelah Dua Dekade, Skype Pamit dari Dunia Digital

Skype resmi ditutup Microsoft usai 20 tahun beroperasi. Pengguna diajak beralih ke Teams, menandai akhir era komunikasi digital via VoIP.

Logompn

Published

on

Setelah dua dekade, skype pamit dari dunia digital
Setelah Dua Dekade, Skype Pamit dari Dunia Digital. Gambar : Reuters/Denis Balibouse

MPN Indonesia 6 Mei 2025 - Microsoft resmi menghentikan layanan Skype pada Senin (6/5), menandai berakhirnya perjalanan platform video call ini setelah lebih dari dua dekade beroperasi.

Keputusan ini sudah diumumkan sejak Maret lalu dan diambil agar Microsoft bisa lebih fokus pada pengembangan layanan penggantinya, yaitu Microsoft Teams.

Dari Pelopor Komunikasi Digital ke Penurunan Pengguna

Skype diluncurkan pada 2003 dan dikenal luas sebagai pelopor komunikasi daring berbasis teknologi VoIP.

Dengan antarmuka yang sederhana dan biaya terjangkau, Skype sempat memiliki lebih dari 300 juta pengguna global.

Namun, seiring waktu, Skype kehilangan relevansi akibat ketidakmampuannya beradaptasi dengan tren baru, seperti kebutuhan akan fitur konferensi yang stabil dan mudah digunakan.

Penutupan ini memicu reaksi emosional dari para pengguna yang pernah menjadikan Skype bagian dari kehidupan mereka.

“Selamat tinggal, kawan. Hubungan ini panjang dan produktif. Mulai dari menemukan cinta, hingga wawancara kerja pertama, dan masih banyak lagi,” tulis seorang pengguna Reddit, dikutip MPN Indonesia dari Washington Post, Selasa (6/5).

“Bagian tersulitnya adalah mengajari orang tua saya yang tidak [ahli teknologi] cara menggunakan aplikasi baru,” tulis komentar lain dengan nada humor.

Sejarah Skype dan Akuisisi Microsoft

Skype didirikan oleh Niklas Zennström dan Janus Friis di Estonia. Pada 2005, eBay mengakuisisinya seharga $2,6 miliar, sebelum akhirnya dijual ke Microsoft pada 2011 seharga $8,5 miliar.

Microsoft sempat mengembangkan Skype, namun kemudian mengalihkan fokus ke Microsoft Teams.

Menurut jurnalis teknologi Will Guyatt, ia mengatakan “Microsoft berupaya meningkatkan kualitas video tetapi tidak menawarkan banyak fitur baru, dan di situlah akhirnya Microsoft kalah.”

Baca Juga:  Tagar Tolak RUU TNI Ramai Di Media Sosial, Apa Maksudnya?

Skype yang tetap fokus pada panggilan dua arah dinilai tidak cukup kompetitif dibandingkan platform video call lain yang menawarkan ruang pertemuan digital, terutama saat pandemi.

Transisi ke Teams dan Kekecewaan Pengguna

Microsoft mengarahkan pengguna Skype ke Teams, yang menyediakan fitur pesan dan panggilan serupa. Sementara itu, Skype for Business akan tetap beroperasi.

Namun, beberapa pengguna kecewa karena tidak mendapat pengembalian dana atas kredit Skype yang tersisa. Microsoft menyebut kredit tersebut masih bisa digunakan di Teams.

Selama pandemi, Skype justru kalah bersaing dari platform seperti Zoom, WhatsApp, Google Meet, dan FaceTime. Hingga 2023, pengguna aktif harian Skype tinggal sekitar 36 juta.

Meski layanan ini telah berakhir, banyak pengguna tetap menyimpan kenangan manis terhadap Skype.

“Skype memperluas cakrawala pikiran saya,” ujar Will Guyatt.

Ia menambahkan, pengalaman awal dengan Skype meninggalkan kesan mendalam akan bagaimana teknologi bisa menyatukan orang-orang dari berbagai penjuru dunia.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending