Connect with us

Teknologi

Soal AI di Dunia Jurnalistik, AJI Indonesia: Fungsinya Mempermudah Bukan Menggantikan

Perkembangan teknologi AI yang pesat memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan profesi jurnalis.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 15t115908.717
Soal AI di Dunia Jurnalistik, AJI Indonesia: Fungsinya Mempermudah Bukan Menggantikan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 15 Mei 2025 - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang pesat memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan profesi jurnalis di Indonesia.

Di tengah kemampuannya untuk menghasilkan konten dengan cepat, AI kerap dijadikan pilihan instan untuk membuat suatu pemberitaan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Ajijak Bayu Wardhana menegaskan bahwa AI tidak boleh menjadi pengganti manusia dalam praktik jurnalistik.

“AI itu fungsinya mempermudah kerja-kerja jurnalistik, bukan untuk menggantikan,” kata Ajijak saat dihubungi MPN Indonesia.

Tak Semua Kerja Jurnalistik Bisa Dikerjakan AI

Ia menjelaskan bahwa meskipun AI mampu mempercepat pencarian data, menyusun draf, dan membantu pengumpulan informasi awal, namun proses verifikasi, peliputan di lapangan, dan penjagaan keberimbangan tetap harus dilakukan oleh jurnalis.

Ajijak mencontohkan bahwa AI sudah digunakan di beberapa media dalam bentuk penyiar AI, namun ia mengingatkan bahwa pekerjaan inti jurnalistik seperti peliputan dan wawancara masih tidak bisa digantikan.

“Sebagian pekerjaan dalam jurnalistik itu bisa berkurang karena AI. Tetapi pada liputan lapangan dan sebagainya itu tidak bisa digantikan oleh AI,” ujarnya.

AI Rentan Bias

Menurut Ajijak, AI sebaiknya dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan, seperti pencarian data statistik atau membuat draf latar belakang berita. Namun, ia menekankan bahwa AI bukan tanpa risiko.

“Tentu selalu ada pisau bermata dua,” ujarnya, mengacu pada kemungkinan AI digunakan secara salah seperti membuat artikel otomatis tanpa proses verifikasi.

Ia juga menambahkan bahwa AI belum mampu menghadirkan keberimbangan dan objektivitas sebagaimana proses editorial yang dilakukan manusia.

Ia menyarankan para jurnalis untuk meningkatkan literasi terhadap AI, memahami platform yang ada, dan bersikap kritis dalam penggunaannya.

Baca Juga:  Trump Kumpul bareng Para Bos Perusahaan Teknologi AS: Elon Musk Absen, Pesaingnya Hadir

“Harus paham bahwa AI ini tidak 100% sempurna. Ada bias-bias,” jelas Ajijak.

Ia mencontohkan bahwa bias budaya dapat muncul karena banyak produk AI berasal dari luar negeri, sementara data dan konteks lokal sering kali kurang terwakili.

Kekhawatiran terhadap Journalism Otomatis

Dalam wawancara tersebut, Ajijak juga menyampaikan pandangannya terkait praktik penulisan otomatis atau automated journalism.

Menurutnya, kualitas dan keakuratan berita yang dihasilkan AI masih belum dapat diandalkan sepenuhnya.

“Kami tidak setuju dengan journalism automatic AI karena bagaimanapun itu harus diperiksa ulang oleh manusia untuk melihat kebenaran,” katanya.

Ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip jurnalistik seperti check-and-recheck dan keberimbangan belum dapat dijalankan dengan baik oleh sistem AI.

Ia memperingatkan bahwa AI hanya bisa membantu jika kontrolnya tetap berada di tangan manusia.

Dengan demikian, proses jurnalistik yang melibatkan wawancara langsung, pemeriksaan dokumen, serta validasi informasi tetap membutuhkan kehadiran manusia untuk menjamin kualitas dan akurasi berita.

(AKM/NID/RAD)

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga10 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita30 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita37 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending