Teknologi
Universitas Kyoto Perkenalkan Robot Biksu AI “Buddharoid”, Dilatih dengan Kitab Suci Buddha
Universitas Kyoto meluncurkan Buddharoid, robot biksu AI yang dilatih kitab suci Buddha dan siap bantu ritual keagamaan.
MPN Indonesia 27 Februari 2026 - Universitas Kyoto pada Selasa, (27/2) memperkenalkan robot biksu bernama Buddharoid yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan dan dilatih menggunakan kitab suci Buddha.
Peluncuran dilakukan di kuil Shoren-in, Prefektur Kyoto, sebagai upaya menghadapi menurunnya jumlah biksu akibat populasi Jepang yang terus menua dan berkurangnya tenaga kerja.
Robot humanoid ini dikembangkan oleh Seiji Kumagai, profesor di Institut untuk Masa Depan Masyarakat Manusia, Universitas Kyoto.
Buddharoid dirancang untuk memberikan bimbingan spiritual, menjawab pertanyaan pribadi hingga isu sosial, serta membantu atau menggantikan peran biksu dalam beberapa ritual keagamaan.
Robot ini menggabungkan model bahasa canggih dan perangkat robot humanoid Unitree G1 buatan Tiongkok, serta chatbot BuddhaBot-Plus yang dikembangkan berdasarkan teknologi dari OpenAI.
Dalam demonstrasi di kuil, Buddharoid berjalan di antara pengunjung dan menyatukan kedua telapak tangannya dalam posisi doa, sembari menjawab pertanyaan dari para wartawan.
Seiji Kumagai mencoba meminta pendapat tentang hubungan pribadi kepada robot tersebut.
“Hubungan akan membaik jika Anda merenungkan kedekatan Anda dengan mereka dan menjaga keseimbangan batin,” jawab Buddharoid, dikutip MPN Indonesia melalui Kyodo News, Jumat, (27/2).
Dalam kesempatan lain, robot itu memberikan nasihat kepada jurnalis muda dari NHK yang mengaku terlalu banyak berpikir dan mudah khawatir.
“Buddhisme mengajarkan bahwa penting untuk tidak mengikuti pikiran seseorang secara membabi buta atau terburu-buru melakukan sesuatu. Salah satu pendekatannya adalah menenangkan pikiran Anda dan melepaskan pikiran itu sendiri,” jawab Buddharoid.
Desain dan Teknologi Robot Biksu
Buddharoid adalah robot berkaki dua berukuran kecil tanpa wajah, mengenakan pakaian abu-abu sederhana, dan mampu melakukan gerakan lambat menyerupai seorang biksu.
Robot ini dapat membungkuk, berjalan, menyatukan tangan dalam doa, duduk di kursi, hingga melakukan interaksi secara personal dengan suara bariton.
Fungsinya melampaui robot religius sebelumnya karena mampu terlibat dalam percakapan dinamis, bukan hanya menyampaikan khotbah yang diprogram.
Robot ini dibekali dengan pengetahuan mendalam dari kitab suci Buddha, termasuk teks-teks esoteris, yang memungkinkan untuk menjawab pertanyaan sensitif secara spiritual.
Menurut Universitas Kyoto, Buddharoid menawarkan kesan kehadiran dalam ruang keagamaan dan dapat dimanfaatkan untuk membantu peran tradisional biksu di masa mendatang.
Respons Akademisi dan Harapan Penggunaan di Masa Depan
Seiji Kumagai, yang juga seorang biksu, menyatakan bahwa inovasi ini bisa menjadi bagian dari pergeseran paradigma dalam praktik keagamaan di Jepang.
Ia juga telah mengembangkan berbagai chatbot keagamaan seperti BuddhaBot dan bot katekisme sebelumnya.
“Di masa depan, robot humanoid AI diharapkan dapat dimanfaatkan di bidang keagamaan, seperti membantu atau melakukan beberapa ritual keagamaan yang secara tradisional dilakukan oleh pendeta manusia,” ujar Universitas Kyoto dalam pernyataannya.
Penggunaan robot dalam konteks keagamaan telah muncul di berbagai negara, seperti robot Mindar di Kyoto yang menyampaikan khutbah, dan robot di Jerman pada 2017 yang memberi berkat dalam lima bahasa.
Namun, Buddharoid merupakan gabungan dari kecerdasan buatan dan gerakan robotika yang lebih canggih dan interaktif.
Universitas Kyoto menekankan bahwa penggunaan robot biksu ini harus tetap didiskusikan secara etis, terutama menyangkut batasan penggunaannya dalam praktik keagamaan.
Namun demikian, dengan krisis populasi dan jumlah kuil yang terus berkurang, robot biksu berbasis AI seperti Buddharoid dapat menjadi alternatif yang mendukung kesinambungan spiritual dan budaya Jepang.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
