Connect with us

Uncategorized

Ratusan Siswa di Lembang Diduga Keracunan MBG, hingga Malam Hari Korban Terus Berjatuhan

Sebanyak 115 siswa di Lembang, Bandung Barat, diduga keracunan usai menyantap makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) pada Selasa (28/10).

Logompn

Published

on

Ratusan siswa di lembang diduga keracunan mbg, hingga malam hari korban terus berjatuhan
Siswa di Lembang diduga keracunan MBG. Gambar: Kolase Tangkapan Layar TikTok@mendholic

Jawa Barat, MPN Indonesia 29 Oktober 2025 - Sedikitnya 115 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) pada Selasa (28/10).

Para siswa mengalami gejala mual hingga muntah dan sebagian besar harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat.

Insiden ini terjadi mulai pukul 14.00 WIB ketika tujuh siswa pertama dilarikan ke Puskesmas Cibodas. Jumlah korban terus bertambah hingga malam hari.

“Hingga malam tadi sekitar jam 10, ada 115 yang diduga keracunan, saya standby,” ujar Kepala Desa Cibodas, Dindin Sukaya kepada awak media pada Rabu (29/10).

Para siswa yang mengalami gejala keracunan berasal dari empat sekolah, yaitu SDN 2 Cibodas, SDN Buahbatu, SMPN 4 Lembang, dan SMK PNC.

Beberapa siswa yang mengalami gejala berat dirujuk ke RSUD Lembang dan Klinik Sespim untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Proses Penanganan

Pemerintah Desa Cibodas mengantisipasi lonjakan jumlah korban dengan menyiapkan GOR Desa Cibodas sebagai posko utama darurat.

“Ini GOR desa sudah dipersiapkan juga dibantu Pusdikajen, Sespim dan warga di sini membantu akibat makan MBG,” kata Dindin.

Seorang guru turut dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di hari kejadian.

Selain Puskesmas Cibodas, beberapa korban juga dibawa ke fasilitas kesehatan lainnya di wilayah Lembang untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Ambulans terlihat siaga di sekitar lokasi untuk melakukan evakuasi korban yang membutuhkan penanganan tambahan.

Penanganan awal fokus dilakukan di Puskesmas Cibodas, sebelum pasien dirujuk jika kondisinya memburuk.

Investigasi Penyebab

Pemerintah desa dan pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Baca Juga:  Libur Waisak, Arus Lalu Lintas ke Puncak Padat

Belum ada keterangan resmi mengenai jenis makanan yang diduga menyebabkan gejala tersebut.

Menurut Dindin Sukaya, kasus pertama mulai terdeteksi pukul 14.00 WIB dan terus bertambah hingga malam hari.

“Datang itu jam 2 siang, terus jam 4 sore makin ramai, malam bertambah lagi,” katanya menjelaskan kronologi kejadian.

(AKM/NID/RAD)

Trending