Connect with us

Teknologi

Apa Syarat untuk Masjid yang Ingin Gabung Program STAM dan SEDH? Ini Penjelasannya!

Program STAM–SEDH dari Masjid Al Marjan wajibkan pengurus DKM kelola absensi digital dan verifikasi manual demi pastikan anak benar-benar ikut salat.

Logompn

Published

on

Apa Syarat untuk Masjid yang Ingin Gabung Program STAM dan SEDH Ini Penjelasannya!
Apa Syarat untuk Masjid yang Ingin Gabung Program STAM dan SEDH Ini Penjelasannya!. Gambar: YouTube/Masjid AlMarjan

Jawa Barat, MPN Indonesia 26 Februari 2026 - Masjid yang ingin bergabung dalam program STAM dan SEDH diwajibkan memiliki pengurus DKM yang aktif dan siap mengelola sistem presensi digital tersebut.

Verifikasi kehadiran dilakukan secara manual oleh pengurus masjid sebagai upaya menghindari kecurangan, seperti hanya datang untuk absen tanpa mengikuti salat.

Hal ini disampaikan langsung oleh tim pelaksana program sebagai bagian dari tahapan awal yang harus dipenuhi setiap masjid calon peserta.

“Ya paling harus ada DKM-nya yang mau ngurusin ini, karena ini perlu campur tangan pengurus masjid. Verifikasinya sah tidaknya presensi di pengurus masjid yang dipasrahi absensi. Ada tahap verifikasi manual yang harus dilakukan. Apakah ini sah atau tidak. Setidaknya mengurangi potensi cheating. Datang aja ke masjid, cuman buat absen,” jelas inisiator Masjid Al Marjan, Ilham kepada MPN Indonesia pada Senin (23/2).

Program yang diperkenalkan oleh Masjid Al Marjan di Permata Depok Regensi, Ratu Jaya, Depok, Jawa Barat ini telah aktif sejak Ramadan 2022 dan dirancang untuk mendorong anak-anak generasi Alpha mencintai masjid melalui pendekatan teknologi dan inovasi global.

Sepanjang Ramadan 2025, tercatat sebanyak 277 anak mengikuti program tersebut di Masjid Al Marjan.

Sistem Presensi dan Syarat Teknis Masjid

Apa Syarat untuk Masjid yang Ingin Gabung Program STAM dan SEDH Ini Penjelasannya!
Sistem presensi digital Masjid Al Marjan. Gambar: Dok. Al Marjan

Untuk bisa menjalankan program STAM dan SEDH, masjid harus menyediakan perangkat pendukung seperti layar TV, Mini PC atau desktop, webcam, laptop (Windows/Mac), serta gawai untuk operasional.

Anak-anak peserta tidak menggunakan gawai pribadi, melainkan membawa kartu dengan QR Code unik yang dipindai setelah menyelesaikan salat Isya dan Tarawih.

Hasil scan menampilkan progres pembangunan robot STAM dan SEDH dalam bentuk gamifikasi, memungkinkan anak-anak mengumpulkan komponen digital secara bertahap.

Baca Juga:  Wanita di Bandung Ini Curhat Masih Perawan Meski Sudah 6 Bulan Menikah, Ternyata Suaminya Gay

Pendampingan teknis bagi masjid baru dilakukan atas permintaan, terutama selama bulan Ramadan.

“Di Ramadan ini pendampingan dilakukan secara online, baik itu dari grup WhatsApp atau video conference. Alhamdulillah berjalan baik,” jelas Ilham.

Program ini sepenuhnya gratis dan didanai secara swadaya oleh jemaah Masjid Al Marjan.

“Kalau pembayaran administrasi tidak ada. Ini gratis 100%, disediakan oleh Masjid Al Marjan untuk dimanfaatkan. Biaya-biaya itu biar kami yang memikirkan sumbernya dari mana. Sementara dari patungan para jamaah Masjid Al Marjan,” terang Ilham.

Filosofi Nama

STAM merupakan singkatan dari Shaf Terdepan Anak Masjid, yang menggambarkan semangat menjadikan masjid sebagai rumah kedua bagi anak-anak.

Sementara itu, SEDH diambil dari kata sedekah, sebagai pengingat pentingnya amal yang bermanfaat untuk sesama.

Kedua tokoh ini divisualisasikan dalam bentuk robot netral gender, agar tetap sesuai dengan prinsip visualisasi dalam ajaran Islam.

“STAM dan SEDH itu berwujud robot. Non gender, alias tidak ada cowok dan cewek, dia bukan makhluk hidup yang bernyawa,” jelas Ilham.

Program ini menggunakan sistem presensi digital yang dirancang ramah anak, lengkap dengan tantangan kuis benar-salah untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai agama.

Pertanyaan kuis yang dijawab salah akan muncul kembali secara acak di waktu berbeda agar anak dapat mempelajari jawabannya.

Hingga saat ini, 10 masjid/musala telah resmi menjalankan program ini, dan perluasan dilakukan melalui presentasi langsung ke masing-masing DKM.

Ingin Masjid Anda Bergabung?

Bagi masjid atau musala yang ingin bergabung dalam program STAM dan SEDH, silakan hubungi:

  • Adhika Lukman: +62 816-910-505
  • Faiz A. Jaya: +62 853-1390-0080
  • Nday Iskandar: +62 851-2801-7081
  • Ilham KS: +62 817-7456-99
  • Instagram: @masjidalmarjan

Mari bersama-sama meramaikan shaf masjid dan membangun generasi cinta masjid melalui inovasi digital yang edukatif dan inspiratif.

Baca Juga:  8+ Rekomendasi Wisata di Bogor, Cocok Dikunjungi saat Libur Lebaran bersama Keluarga

(AKM/NID/RAD)

Trending