Connect with us

Internasional

Beirut Pecahkan Rekor! Gelar Meja Buka Puasa Terpanjang di Dunia

Lebanon memecahkan rekor dunia untuk meja buka puasa terpanjang melalui acara yang digelar pada bulan Ramadan 2026.

Logompn

Published

on

Beirut Pecahkan Rekor! Gelar Meja Buka Puasa Terpanjang di Dunia
Beirut Pecahkan Rekor! Gelar Meja Buka Puasa Terpanjang di Dunia | Gambar: Instagram/@lovinbeirut

MPN Indonesia 24 Februari 2026 - Lebanon memecahkan rekor dunia untuk meja buka puasa terpanjang melalui acara yang digelar pada bulan Ramadan 2026.

Diselenggarakan di Seaside Arena, Beirut, pada Sabtu (21/2), meja sepanjang 3.255,8 meter itu menyatukan lebih dari 5.700 anak yatim piatu dan anak-anak kurang mampu untuk berbuka puasa bersama.

Dikutip MPN Indonesia dari The Beiruter, acara ini diprakarsai oleh organisasi nirlaba Ajialouna dan dihadiri oleh Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam.

Guinness World Records mengonfirmasi bahwa panjang meja ini melampaui rekor sebelumnya, menjadikannya sebagai meja buka puasa terpanjang di dunia.

Gaungkan Persatuan selama Ramadan

Kegiatan ini merupakan bagian dari misi Ajialouna untuk mempromosikan persatuan, kemurahan hati, dan solidaritas sosial selama bulan suci Ramadan.

Sebelumnya, pada 2017, organisasi yang sama telah mencatat rekor serupa dengan panjang meja 2.184 meter dan diikuti oleh sekitar 5.400 peserta.

Menurut Fedi Suwaid Ramadan dari Perkumpulan Ajialna, tujuan utama dari acara ini adalah menyatukan masyarakat Lebanon secara simbolis dari timur ke barat, dan dari utara ke selatan dalam satu meja.

“Kami mampu mewujudkan ide ini dan melakukan persiapan untuk pelaksanaannya. Mulai dari politisi hingga sukarelawan dan orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat, mereka berbuka puasa dengan satu jenis makanan dan di satu meja untuk menyampaikan pesan bahwa kita bisa bersatu suara dan bersatu tangan, dan tidak ada yang akan memisahkan kita,” kata dia, dikutip MPN Indonesia dari Iqna.

Acara buka puasa massal ini tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga menjadi simbol aksi kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah kondisi sosial-politik Lebanon.

Lebih dari 90 persen peserta merupakan anak yatim piatu serta sukarelawan dari berbagai sekolah, universitas, dan asosiasi lokal. Hadir pula keluarga Palestina dari Gaza.

Baca Juga:  Daftar Masjid yang Ikut Digitalisasi Program Viral STAM-SEDH, Tertarik Gabung?

(ADN/NID/RAD)

Trending