Connect with us

Lifestyle

Niat Puasa Asyura Lengkap dengan Latin dan Artinya

Puasa Asyura pada 10 Muharram dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ketahui bacaan niat lengkap dengan latin dan artinya.

Logompn

Published

on

Niat Puasa Asyura Lengkap dengan Latin dan Artinya
Niat Puasa Asyura Lengkap dengan Latin dan Artinya. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 23 Juni 2026 - Bulan Muharam merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan.

Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Muharam adalah puasa Asyura, yaitu puasa pada 10 Muharam.

Ibadah puasa ini merupakan amalan sunah yang dianjurkan karena memiliki keutamaan menghapus dosa setahun sebelumnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar puasa itu menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR. Muslim).

Dikutip MPN Indonesia dari Baznas, pelaksanaan puasa Asyura juga berkaitan dengan peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dari Firaun yang terjadi pada 10 Muharam.

Hal tersebut menjadikan puasa Asyura sebagai bentuk syukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT.

Niat Puasa Asyura Lengkap dengan Latin dan Artinya

Niat puasa Asyura merupakan langkah awal dalam menjalankan ibadah puasa sunah pada 10 Muharam.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berikut bacaan niat puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘Asyura sunnatan lillahi ta’ala
“Aku berniat puasa Asyura, sunah karena Allah Ta’ala.”

Puasa Tasua

Puasa Asyura sering dilakukan beriringan dengan puasa Tasua pada 9 Muharam.

Berikut bacaan niat puasa Tasua:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tasu’a sunnatan lillahi ta’ala
“Aku berniat puasa Tasua, sunah karena Allah Ta’ala.”

Meskipun dilakukan berurutan, niat kedua puasa ini tetap dibaca secara terpisah karena merupakan dua ibadah yang berbeda.

Waktu dan Tata Cara Niat Puasa

Pelaksanaan niat puasa Asyura dapat dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar sebagai waktu utama.

Baca Juga:  Khutbah Jumat 12 September 2025: Ciri-ciri Generasi Terburuk dalam Islam

Namun, dalam puasa sunah, niat juga diperbolehkan dilakukan pada siang hari sebelum waktu Dzuhur, dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.

Secara tata cara, niat cukup dilakukan dalam hati, meskipun sebagian ulama menganjurkan untuk melafalkannya secara lisan.

Niat tidak memerlukan ritual khusus, melainkan cukup dengan kesungguhan hati dalam menjalankan ibadah puasa.

Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk makan sahur serta menjaga adab sebelum menjalankan puasa.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending