Connect with us

Lifestyle

Puasa 10 Muharram Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Keutamaannya

Simak jadwal puasa Asyura 2026 dan puasa Tasua 1448 Hijriah lengkap dengan keutamaan serta amalan yang dianjurkan.

Logompn

Published

on

Puasa 10 Muharram Tanggal Berapa Ini Jadwal dan Keutamaannya
Puasa 10 Muharram Tanggal Berapa Ini Jadwal dan Keutamaannya. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 23 Juni 2026 - Umat Islam saat ini memasuki bulan Muharam 1448 Hijriah dengan salah satu amalan utama yang dianjurkan, yakni puasa Tasua dan Asyura yang dilaksanakan pada 9 dan 10 Muharam.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 dan Muhammadiyah, Tahun Baru Islam jatuh pada Selasa (16/6), sehingga puasa Tasua dilaksanakan pada Rabu (24/6) dan puasa Asyura pada Kamis (25/6).

Namun, pada 2026, pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan awal Muharam pada waktu yang berbeda.

Berdasarkan hasil rukyat Nahdlatul Ulama, 1 Muharam ditetapkan jatuh pada Rabu (17/6).

Dengan demikian, jadwal puasa versi NU adalah Kamis (25/6) untuk Tasua dan Jumat (26/6) untuk Asyura.

Pengertian dan Sejarah Hari Asyura

Hari Asyura merupakan tanggal 10 Muharam dalam kalender Hijriah.

Secara bahasa, “Asyura” berarti sepuluh, yang merujuk langsung pada hari kesepuluh bulan tersebut.

Dalam sejarah Islam, hari ini memiliki makna penting karena berkaitan dengan peristiwa keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun dan menjadi dasar anjuran puasa Asyura.

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa sebagai bentuk mengikuti ajaran Nabi Musa AS dan sebagai ungkapan syukur atas pertolongan Allah SWT.

Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim 

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Baca Juga:  Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika tiba di Madinah, Beliau mendapatkan mereka (orang Yahudi) malaksanakan shaum hari ‘Asyura (10 Muharam) dan mereka berkata; “Ini adalah hari raya, yaitu hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Lalu Nabi Musa ‘Alaihissalam mempuasainya sebagai wujud syukur kepada Allah”. Maka Beliau bersabda: “Akulah yang lebih utama (dekat) terhadap Musa dibanding mereka”. Maka Beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummat Beliau untuk mempuasainya (HR. Bukhari dan Muslim).

Keutamaan Puasa Asyura dalam Islam

Puasa Asyura memiliki keutamaan besar dalam Islam, salah satunya adalah dihapuskan dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Selain itu, bulan Muharam termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

Pada bulan ini, umat dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan maksiat sebagai bagian dari peningkatan kualitas keagamaan.

Berikut amalan dan yang dianjurkan:

Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an dapat dilakukan pada Hari Asyura untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Umat Islam dapat meluangkan waktu untuk membaca, memperbaiki bacaan, serta memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an.

Berzikir dan Berdoa

Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir dan doa, seperti istigfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan shalawat.

Amalan ini menjadi sarana memohon ampunan, keberkahan, keselamatan, serta ketenangan hati.

Bersedekah

Bersedekah pada Hari Asyura dapat dilakukan dengan memberi makanan, membantu kebutuhan orang lain, atau menyalurkan rezeki kepada yang membutuhkan.

Amalan ini bernilai ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

Membantu Sesama

Hari Asyura juga dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak kebaikan dengan membantu sesama.

Baca Juga:  Liga Inggris Beri Izin ke Pemain Muslim Buka Puasa di Tengah Laga

Bantuan tidak selalu berupa materi, tetapi juga bisa berupa tenaga, waktu, perhatian, nasihat, atau dukungan.

Muhasabah Diri

Momentum Muharam juga sering dimanfaatkan untuk muhasabah diri sebagai awal tahun Hijriah.

Momentum ini dapat digunakan untuk mengevaluasi ibadah, akhlak, hubungan dengan sesama, serta memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending